Situs Islam: Klub Sekolah Mentoring Agama Islam

Arsip untuk Juli, 2008

Ukhuwah Islamiyah

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 23, 2008

TUJUAN

· Peserta memahami makna dan hakekat UI
· Peserta mengetahui perbedaan UI dan Ukhuwah Jahiliyah
· Peserta mengetahui hal-hal yang menguatkan ukhuwah dan buah dari UI

GAME
Menyusun Bujur Sangkar


Media :
* Sembilan (9) bujur sangkar dari karton / kertas berukuran sama yang telah dipotong secara acak dan dipisah-pisahkan ke dalam 3 amplop

Cara :
* Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 4-5 orang. Masing-masing kelompok mengirimkan 3 orang sebagai pekerja yang duduk secara melingkar, sedangkan yang lainnya bertugas sebagai pengawas
* Tiap kelompok mendapat satu amplop yang berasal dari tiga bujur sangkar yang berukuran sama dan telah dipotong secara acak
* Mentor bertugas membagikan membagikan potongan-potongan acak dari bujur sangkar tersebut kepada setiap pekerja kelompok
* Tiap pekerja mendapatkan 3-5 potongan karton
* Setiap pekerja diberi waktu tiga menit untuk membentuk bujur sangkar dari potongan karton tersebut
* Pekerja boleh memberikan potongan karton yang dimiliknya kepada teman pekerja lain dalam kelompoknya tetapi tidak boleh memintanya
* Pekerja tidak boleh berkomunikasi sesama pekerja dan tidak boleh memberi petunjuk atau berdiskusi dengan temannya untuk menentukan letak potongan karton yang dimilikinya atau yang diperoleh temannya
* Pekerja yang sudah membentuk bujur sangkar miliknya boleh merubahnya lagi sedemikian sehingga setiap pekerja akan memiliki atau membentuk sebuah bujur sangkar
* Pengawas bertugas mengawasi dan memberikan penilaian terhadap jalannya permainan. Pengawas berhak menegur pekerja yang melanggar ketentuan

Kriteria Keberhasilan
= Setiap pekerja atau kelompok dapat membentuk bujur sangkar dalam waktu yang ditentukan
= Setiap pekerja menolong temannya dengan memberikan potongan bujur sangkar yang dimilikinya
= Setiap pengawas menjalankan tugasnya sebagaimana mestinya

Hikmah
= Ta’awun/ saling tolong menolong adalah salah satu kunci ukhuwah
= Pentingnya tausiyah dalam membina ukhuwah

RINCIAN BAHASAN
Makna Ukhuwah Islamiyah

* Menurut Imam Hasan Al-Banna : Ukhuwah Islamiyah adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan Aqidah.
Hakekat Ukhuwah Islamiyah

1. Nikmat Allah (QS.3 : 103)
2. Perumpamaan tali tasbih (QS.43 : 67)
3. Merupakan arahan Rabbani (QS.8 : 63)
4. Merupakan cermin kekuatan iman (QS.49 : 10)


Perbedaan UI dan Ukhuwah Jahiliyah
* Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan aqidah dan syariat Islam.
Ukhuwah Jahiliyah bersifat temprorer (terbatas pada waktu dan tempat), yaitu ikatan selain ikatan aqidah (misal : ikatan keturunan [orang tua-anak], perkawinan, nasionalisme, kesukuan, kebangsaan, dan kepentingan pribadi)

Hal-hal yang menguatkan Ukhuwah Islamiyah :
1. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai

Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda : ‘Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu didepannya. Orang yang di samping Rasulullah tadi berkata : `Aku mencintai dia, ya Rasulullah`. Lalu Nabi menjawab : `Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?` Orang tersebut menjawab : `Belum`. Kemudian Rasulullah bersabda:`Beritahukan kepadanya`. Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata ;`Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah`. Kemudian orang yang dicintai itu menjawab :`Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya.”

2. Memohon dido’akan bila berpisah

” Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata :’Dan bagimu juga seperti itu.” (HR.Muslim)

3. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang datang dari saudaramu), Dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan.” (HR.Muslim)

4. Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim)

“Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.” (HR.Abu Daud dari Barra’)

5. Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara)

Imam Malik meriwayatkan : Berkata Nabi bahwa Allah berfirman:”Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, dimana keduanya saling berkunjung karena Aku dan saling memberi karena Aku.”

6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu

“Hendaklah kalian saling memberi hadiah karena hadiah itu dapat mewariskan rasa cinta dan menghilangkan kekotoran hati.” (HR. Imam Dailami dari Anas)

7. Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya

“Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin di dunia pasti Allah akan meringankan beban penderitaan di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang yang dalam dalam keadaan susah pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudar-Nya.” (HR. Muslim)

8. Memenuhi hak ukhuwah saudaranya

” Hak seorang muslim atas muslim ada enam, yaitu jika bertemu maka ucapkan salam kepadanya, jika diundang maka penuhilah, jika dinasehati maka nasehati pulalah dia, jika bersin maka doakanlah, jika sakit kunjungilah dan jika meninggal maka antarkanlah ke kubur.” (HR. Muslim dan Abu Hurairah)

9. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan

” Barangsiapa mengucapkan selamat kepada saudaranya ketika saudaranya mendapat kebahagiaan niscaya Allah menggembirakannya pada hari kiamat.” (HR. Thabrani)


Buah Ukhuwah Islamiyah
1. Merasakan lezatnya Iman

” Tiga perkara yang barangsiapa terdapat padanya tiga perkara tersebut maka ia akan merasakan lezatnya iman, yaitu: jika ia mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai yang lain, merasa cinta karena Allah dan benci karena Allah pula, lebih menyukai api neraka yang menyala daripada harus berbuat syirik kepada Allah.” (HR. Muslim)

2. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi)

” Allah berfirman pada hari kiamat: ‘Dimana orang-orang yang menjalin rasa cinta karena aku ?’ Hari ini pada saat tidak ada lagi naungan apapun kecuali naungan-Ku. Ada sebanyak 7 kelompok dari mereka itu yang mendapat perlindungan-Nya saja. Sebagaimana diriwayatkan Asy-Syaikhanibahwa diantara yang 7 kelompok itu adalah dua orang yang menjalin cinta karena Allah, berkumpul karena Allah, dan berpisah karena Allah juga.” (HR. Ibnu Hibban dan Hakim dari Anas ra)

3. Mendapatkan tempat khusus di surga (QS.15 : 45-48)

” Sesunguhnya di sekitar Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya, yang diatasnya terdapat suatu kaum yang menggunakaan pakaian cahaya. Wajah mereka bercahaya, dan mereka itu bukan Nabi juga bukan para syuhada. Akan tetapi para Nabi dan syuhada tertegun (merasa iri) kepada mereka sehingga berkata : ‘ Hai Rasulullah, tolong beritahu siapa gerangan mereka itu ?’ Beliau menjawab : ‘ Mereka adalah orang yang menjalin cinta karena Alah, dan saling bermajlis karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah semata.” (HR. Nasa’i)

DISKUSI
Saat ini umat Islam di dunia mudah dipecah-belah dan sulit untuk bersatu, apa saja yang menyebabkan hal itu ?

REFERENSI

· Ust. Husni Adham Jarror, Bercinta dan bersaudara karena Allah , GIP
· Abdullah Nasih ‘Ulwan, Meraih nikmatnya iman
· Rahasia Sukses Ikhwan Membina Persaudaraan di Jalan Allah, Asadudin Press
· Panduan Aktivis Harokah, Al-Ummah

Ditulis dalam Senior | Bertanda: , | 1 Komentar »

Aku malu menjadi Wanita (Copas dari eramuslim.com)

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 17, 2008

Oleh Meralda Nindyasti

” Wanita itu ibarat buku yang dijual di toko buku. ” Kata Ukhti Liana, mentor rohaniku ketika SMA.

Ia melanjutkan ceritanya “Begini asosiasinya.. di suatu toko buku, banyak pengunjung yang datang untuk melihat-lihat buku. Tiap pengunjung memiliki kesukaan yang berbeda-beda. Karena itulah para pengunjung tersebar merata di seluruh sudut ruangan toko buku. Ia akan tertarik untuk membeli buku apabila ia rasa buku itu bagus, sekalipun ia hanya membaca sinopsis ataupun referensi buku tersebut. Bagi pengunjung yang berjiwa pembeli sejati, maka buku tersebut akan ia beli. Tentu ia memilih buku yang bersampul, karena masih baru dan terjaga. Transaksi di kasirpun segera terjadi. “

“iya, terus kak..?” kataku dan teman-teman, dibuat penasaran olehnya.

“Nah, bagi pengunjung yang tidak berjiwa pembeli sejati, maka buku yang ia rasa menarik, bukannya ia beli, justru ia mencari buku dengan judul sama tapi yang tidak bersampul. Kenapa? Kerena untuk ia dibaca saat itu juga. Akibatnya, buku itu ada yang terlipat, kusam, ternoda oleh coretan, sobek, baik sedikit ataupun banyak. Bisa jadi buku yang tidak tersampul itu dibaca tidak oleh seorang saja. Tapi mungkin berkali-kali, dengan pengunjung yang berbeda tetapi berjiwa sama, yaitu bukan pembeli sejati alias pengunjung iseng yang tidak bertanggung jawab. Lama kelamaan, kasianlah buku itu, makin kusam hingga banyak yang enggan untuk membelinya” Cerita ukhti Liana.

“Wanita itu ibarat buku. Jika ia tersampul dengan jilbab, maka itu adalah ikhtiar untuk menjaga akhlaknya. Lebih-lebih kalau jilbab itu tak hanya untuk tampilannya saja, tapi juga menjilbabkan hati.. Subhanallah..!

Pengunjung yang membeli adalah ibarat suami, laki-laki yang telah Allah siapkan untuk mendampinginya menggenapkan ½ dienNya. Dengan gagah berani dan tanggung jawab yang tinggi, ia bersedia membeli buku itu dengan transaksi di kasir yang diibaratkan pernikahan. Bedanya, Pengunjung yang iseng, yang tidak berniat membeli, ibarat laki-laki yang kalau zaman sekarang bisa dikatakan suka pacaran. Menguak-nguak kepribadian dan kehidupan sang wanita hingga terkadang membuatnya tersakiti, merintih dengan tangisan, hingga yang paling fatal adalah ternodai dengan free-sex. Padahal tidak semua toko buku berani menjual buku-bukunya dengan fasilitas buku tersampul. Maka, tentulah toko buku itu adalah toko buku pilihan. Ia ibarat lingkungan, yang jika lingkungan itu baik maka baik pula apa-apa yang ada didalamnya. ” kata ukhti Liana.

“wah, kalau begitu jadi wanita harus hati-hati ya..!. ” celetuk salah satu temanku.

“Hmm, .apakah apapun di dunia ini bakal dapet yang seimbang ya, kak? Kayak itu deh, buku yang tersampul dibeli oleh pembeli yang bertanggung jawab. Itukan perumpamaan Wanita yang baik dan terjaga akhlaknya juga dapat laki-laki yang baik, bahkan insyallah mapan, sholeh, pokoknya yang baik-baik juga. Gitu ya, kak?” kata temanku.

” Benar, Seperti janji Allah SWT, “Wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanit yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). (An-Nur:26). Dan, hanya Allah yang tak menyalahi janji. ” penjelasan ukhti Liana.

***

Empat tahun berselang.. diskusi itu masih mengena dihatiku. Hingga pada suatu malam, pada suatu muhasabah menyambut usia yang bertambah, “Pff, Ya Allah… Tahu begini, Aku malu jadi wanita. ” bisikku.

Menjadi wanita adalah amanah. Bukan amanah yang sementara. Tapi amanah sepanjang usia ini ada. Pun menjadi wanita baik itu tak mudah. Butuh iman dan ilmu kehidupan yang seiring dengan pengalaman.

Benar. Menjadi wanita adalah pilihan. Bukan aku yang memilihnya, tapi Kau yang memilihkannya untukku. Aku tahu, Allah penggenggam segala ilmu. Sebelum Ia ciptakan aku, Ia pasti punya pertimbangan khusus, hingga akhirnya saat kulahir kedunia, Ia menjadikanku wanita. Aku sadar, tidak main-main Allah mengamanahkan ini padaku. Karena kutahu, wanita adalah makhluk yang luar biasa. Yang dari rahimnya bisa terlahir manusia semulia Rasulullah atau manusia sehina Fir’aun.

Kalau banyak orang lain merasa bangga menjadi wanita, karena wanita layak dipuja, karena wanita cantik memesona, karena wanita bisa dibeli dengan harta, karena wanita cukup menggoda, dan lain sebagainya, maka justru sebaliknya, dengan lantang aku berkata.. “aku malu menjadi wanita!”

Ya, Aku malu menjadi wanita, kalau faktanya wanita itu gampang diiming-iminggi harta dengan mengorbankan harga dirinya. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita itu sebagai sumber maksiat, memikat, hingga mengajak pada jalan sesat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata dari pandangan dan suara wanita yang tak terjaga sanggup memunculkan syahwat. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata tindak tanduk wanita sanggup membuahkan angan-angan bagi pria. Aku malu menjadi wanita kalau ternyata wanita tak sanggup jadi ibu yang bijak bagi anaknya dan separuh hati mendampingi perjuangan suaminya.

Sungguh, aku malu menjadi wanita yang tidak sesuai dengan fitrahnya. Ya, Aku malu jika sekarang aku belum menjadi sosok wanita yang seperti Allah harapkan. Aku malu, karena itu pertanda aku belum amanah terhadap titipan Allah ini. Entahlah, dalam waktu 19 tahun ini aku sudah menjadi wanita macam apa. Aku malu.. Bahkan malu ini berbuah ketakutan, kalau-kalau pada hari akhir nanti tak ada daya bagiku untuk mempertanggungjawabkan ini semua.

Padahal, setahuku dari Bunda Khadijah, Aisyah dan Fatimah, wanita itu makhluk yang luar biasa, penerus kehidupan. Dari kelembutan hatinya, ia sanggup menguak gelapnya dunia, menyinari dengan cinta. Dari kesholehannya akhlaknya, ia sanggup menjaga dunia dari generasi-generasi hina dengan mengajarkannya ilmu dan agama. Dari kesabaran pekertinya, ia sanggup mewarnai kehidupan dunia, hingga perjuangan itu terus ada.

“Allah, maafkan aku akan kedangkalan ilmuku dan rendahnya tekadku. Aku berlindung pada-Mu dari diriku sendiri. Bantu aku Rabb, untuk tak lagi menghadirkan kelemahan-kelemahan diri saat aku ada di dunia-Mu. Hingga kelak aku akan temui-Mu dalam kebaikan akhlak yang kuusahakan. Ya, wanita sholehah..”

Ditulis dalam Suplemen | Bertanda: , , , | Leave a Comment »

Jika Hidup Tidak untuk Dakwah

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 17, 2008

Jika Hidup Tidak untuk Dakwah    
By. Agus Sujarwo
Jika Hidup Tidak untuk Dakwah
Terus engkau mau ngapain?

Ente pergi pagi
Dengan semangat mencari duniawi
Jika angkot macet, langsung berganti sewa taksi
Agar harta buruan tidak beralih dari sisi

Ente pulang malam
Dengan jasad yang kelelahan
Nyampe di rumah mendekam sampai pagi datang

Lupakah engkau
Rasulullah saw bagaikan rahib di malam hari
Dan menjadi singa di siang hari
Sementara kamu
Tak peduli siang tak peduli malam
Yang penting dunia dalam genggaman

Sahabat cobalah engkau renungkan
Apa sih yang ingin kugapai sampai harus membanting tulang
Apa sih yang ingin kubangun hingga pagi datang
Apa sih yang ingin kuraih hingga tubuh begitu letih

Jujur saja, untuk urusan perutmu bukan
Buat beli martabak atau nasi
Masuk perut dan kemudian raib menjadi kotoran

Jujur saja, untuk urusan rumah tempat kau tinggal bukan
Buat beli keramik, AC ataupun busa
Dinikmati, rusak, ganti lagi tak berkesudahan

Jujur saja, untuk urusan kesenangan anak-anak yang kau rindukan bukan
Buat pakaian, mainan, ataupun poster-poster idaman
Dinikmati, menghilang dari pandangan

Jika engkau hidup hanya untuk itu semuanya
Maka harga dirimu
Nilainya sama dengan apa yang kamu makan
Nilainya sama dengan apa yang kamu keluarkan dari perut hitam
Nilainya sama dengan apa yang kamu rindukan

Karena jasadmu tak ubahnya tembolok karung
Tempat penyimpanan semua makan yang kamu makan
Karena jasadmu tak ubahnya perekat
Tempat semua kesenangan dunia melekat

Sepekan, setahun, sewindu kau bangun sejuta pundi uang
Engkau lupa bahwa kelak yang kau bangun itu pasti kau tinggalkan
Engkau lupa bahwa tempat tinggalmu sesudahnya adalah istana masa depan

Tapi sahabat
Jika engkau hidup untuk dakwah
Tidak ada setitik harapan pun yang kelak dirugikan
Tiada seberkas amal pun yang tiada mendapat balasan

Tapi di dalamnya penuh ujian dan batu karang
Dan engkau harus yakin penuh akan janji Allah
Tapi di dalamnya tidak lekas kau dapatkan keindahan
Dan engkau harus yakin bahwa inilah jalan kebaikan

Sahabat
Janganlah terlena dengan kesenangan fana
Janganlah terlena dengan gemerlapnya dunia
Itulah yang Allah berikan sebagai hak para musyrikin di dunia
Tiada usah kamu iri dan berpikir tuk hanyut bersamanya
Karena kau tahu kehidupan mereka sesudahnya adalah neraka
Dan mereka kekal di dalamnya

Sahabat
Jangan sia-siakan hidup di dunia
Bangun rumah dakwah
Jika kau diluaskan harta, kembalikan di jalan dakwah
Jika kau diluaskan waktu, hibahkan di jalan dakwah
Jika kau diluaskan tenaga, berikan untuk lapangnya jalan dakwah
Jika kau diluaskan pikiran, gunakan untuk merenungi ayat-ayat-Nya
Jika kau diluaskan usia, maksimalkan berikan yang terbaik untuk-Nya

Jangan jadikan dakwah sebagai kegiatan sampingan
Jangan jadikan dakwah sebagai hiburan
Jangan jadikan dakwah sebagai ajang gaul sesama teman
Jangan jadikan dakwah sebagai pengisi waktu luang
Jangan jadikan dakwah sebagai sarana memburu uang
Karena kelak yang kau dapatkan adalah jahanam
Sebagai balasan atas kemusyrikan yang kau jalankan

Sahabat
Jadikan dakwah sebagai ruh kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai rumah tinggal kalian di dunia
Jadikan dakwah sebagai tugas utama kalian di dunia
Jadikan bahwa hanya dengan dakwah diri kalian begitu bahagia
Jadikan bahwa tanpa dakwah kalian begitu menderita

Sahabat
Jalan dakwah inilah yang membedakan kita
Dengan para pendusta ayat-ayat-Nya
Dan jika engkau hidup di dunia ini tidak untuk tegakkan risalah-Nya Itu
artinya engkau pun sama dengan mereka
Yang lebih menyukai neraka ketimbang surga
Dan jika engkau hidup di dunia ini sebagai tujuan
Ingatlah bahwa tak lama lagi ruhmu bakal dicabut dari badan

Jika hidup tidak untuk dakwah
Trus ente mo ngapain?

Mau jadi ayam?
Yang pergi pagi pulang petang
Kurang petang tambahin nyampe tengah malam

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia rutin bangun sebelum azan
Dan teriakkan lagu keindahan
Tapi kamu
Rutin subuh setengah delapan
Apalagi kalo akhir pekan
Bisa jadi subuh hengkang dari pikiran

Tapi masih mendingan ayam
Karena ia berani pilih makanan yang ia inginkan
Tapi kamu
Elo embat semua yang ada di hadapan
Tidak peduli daging, tumbuhan, ataupun batu hitam
Sementara kamu dikaruniai pikiran

Palmerah Bumi Allah, Syaban 1423 H

from www.dudung.net

Ditulis dalam Suplemen | Bertanda: , | 1 Komentar »

Wonderfull… Great Motivation

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 17, 2008

Bismillah,

Namanya ming ming, memakai gamis hijau, jilbab lebar dan tas ransel berwarna hitam, dia memasuki lobi Universitas Pamulang (UNPAM), Tangerang. Dia adalah mahasiswa semester 2 akutansi. Usianya baru 17 thn. Dan dia adalah salah satu mahasiswa TERPANDAI dikelasnya.

Saat kelas usai, dia pergi ke perpus. “ilmu sangat penting, dengan ilmu saya bisa memimpin diri saya. Dgn ilmu saya bisa memimpin keluarga, dgn ilmu saya bisa memimpin bangsa. Dan dgn ilmu saya bisa memimpin dunia.” Itu alasan ming ming kenapa saat istirahat dia lebih senang keperpus daripada tempat lain seperti kantin atau taman kampus (keren ya!..)

Sore hari setelah kuliah usai, ming ming menuju salah satu sudut kampus. Di sebuah ruangan kecil, dia bersama beberapa temannya mengadakan pengajian (liqoat) bersama. Ini adalah kegiatan rutin mereka, yg merupakan salah satu unit kegiatan mahasiswa di UNPAM. Setelah itu, dia bergegas keluar dari komplek
kampus.
Namun dia tidak naik kendaraan untuk pulang. Sambil berjalan, dia memungut dan mengumpulkan plastik bekas minuman yg dia temui di sepanjang jalan. Dia berjalan kaki sehari kurang lebih 10 km (luar biasa). Selama berjalan itulah, dgn menggunakan karung plastik, dia memperoleh banyak plastik untuk dia bawa pulang (Subhanallah..)

Rumah ming ming jauh dari kampus. Dia tinggal bersama ibu dan 6 orang adiknya yg masih kecil-kecil. Mereka tinggal disebuah rumah sederhana yg mereka pinjam dari saudara mereka di kecamatan Rumpin Kabupaten bogor. Biasanya setelah berjalan hampir 10 km, untuk sampai kerumahnya ming ming menumpang truk. Sopir truk yg lewat, sudah kenal dengannya, sehingga mereka selalu memberi tumpangan di bak belakang. Subhanallah, saat truk berhenti didepannya dgn tangkas dia naik ke bak belakang yg dindingnya cukup tinggi dari sisi samping. (can you imagine it ?) Ming ming sekeluarga adalah pemulung. Dia, ibu dan adik-adiknya mengumpulkan plastik, dibersihkan kemudian dijual lagi. Dari memulung sampah inilah mereka hidup dan ming ming kuliah.

ming-ming

Inilah cerita nyata yg ditayangkan dalam berita MATA HATI di DAAI TV, transtv di acara KEJAMNYA DUNIA dan EMPAT MATA di trans7. Sungguh episode yg membuat kita merinding dan mata kita berkaca-kaca.
# ya Allah, aku sering mengeluarkan untuk hal-hal yg gak penting, padahal disana ada orang yg bekerja keras demi mencari uang. (akhwat lagi).
# bagaimana mungkin dia bisa berjalan 10 km perhari? Mo kekantor di depan rumah aja sering naik motor. (padahal cuma 10-15 m aja)
# Subhanallah, semangatnya itu loh, kalau nyimak saat ia berbicara, seperti tak ada rasa minder, penuh percaya diri. Padahal disaksikan seluruh penduduk indonesia.
Very nice ukhti… So wonderfull…

Ditulis dalam Suplemen | Bertanda: , | Leave a Comment »

Mentoring: Nikmat Iman

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 14, 2008

14. Nikmat Iman

TUJUAN
· Menumbuhkan keyakinan bahwa iman merupakan fitrah manusia

· Mengetahui bahwa iman merupakan nikmat terbesar dari Allah

· Mengetahui cara mensyukuri nikmat dari Allah

RINCIAN BAHASAN

Iman sebagai fitrah manusia
* Semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Sesuai dengan hadits Nabi : ” Semua bayi terlahir dalam keadaan fitrah, orang tuanyalah yang menjadikan dia yahudi, nasrani atau majusi.” (HR. Muslim)
* Seluruh manusia baik yang kafir atau yang muslim, semenjak berada dalam rahim ibunya, yaitu ketika Allah hendak memasukkan roh ke dalam jiwanya telah memberitahukan bahwa Allah SWT adalah Rabb mereka (QS.7 : 172) sehingga secara fitrah manusia akan percaya akan adanya Allah (tauhid Rubbubiyah) (QS.10 : 31,39 : 3)
* Persaksian Rubbubiyah di alam ruh harus dilanjutkan dengan persaksian Uluhiyyah dan risalah di alam dunia sebagai konsekuensinya (QS.30 : 30, 22 : 78, 2 : 21). Tauhid Uluhiyyah adalah pengesaan Allah dalam peribadatan, kepatuhan, kecintaan, ketakutan dan ketaatan secara mutlak (QS.21 : 21). Sedangkan Tauhid Risalah berittiba’ (mengikuti) sunah-sunah Rasulullah SAW, yaitu mengerjakan apa yang beliau perintahkan dan menehan diri dari apa yang dilarangnya (QS.21 : 37, 33 : 36)

Nikmat Iman
* Allah memberikan nikmat kepada seluruh makhluknya. Manusia tidak akan mampu menghitung nikmat yang telah Allah berikan kepadanya (QS. 14 : 34)
* Beberapa nikmat dari Allah yang diberikan kepada manusia :
1. Nikmat sebagai makhluk (QS.76 : 1-4)

2. Nikmat sebagai manusia (QS.95 : 4)

3. Nikmat sebagai khalifah (QS.2 : 30, 14 : 32-34)

4. Nikmat sebagai muslim (QS.5 : 3, 49 :17), merupakan nikmat terbesar dari Allah

* Manusia harus bersyukur terhadap nikmat yang telahAllah berikan. Allah memberikan anggota tubuh pada manusia adalah untuk disyukuri (QS.16 : 78). Apabila kufurnikmat maka Allah akan membalas dengan azab-Nya (QS.14 : 7, 31 : 31)
* Cara mensyukur nikmat Allah antara lain dengan :
1. Mengucapkan syukur (dengan hati dan lisan)

2. Menjaga dan memelihara nikmat yang diberikan

3. Melakukan perbuatan yang sesuai dengan keinginan pemberi nikmat

DISKUSI
Kita ketahui bahwa semua manusia ketika dalam rahim ibunya telah bersaksi kepada Allah bahwa hanya Dia-lah Rabb manusia, tapi mengapa banyak manusia yang tidak menyadarinya ?

REFERENSI
· Royyad Al Haqil, Mensyukuri Nikmat Allah, GIP

Ditulis dalam Senior | Bertanda: , , | Leave a Comment »

Ma’rifatul Islam

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 10, 2008


TUJUAN

· Peserta memahami pengertian diin menurut Al-Qur’an
· Peserta mengetahui perbedaan dienullah dan dien ghairu dienullah
· Peserta mengetahui kesempurnaan ajaran Islam sehingga berusaha mengamalkan dan mempelajarinya

RINCIAN BAHASAN

Ad-Dien Menurut Al-Qur’an

· Dienullah, Dienul Islam (QS.48:28, 61:90). Yaitu diin yang dibawa oleh semua rasul dan nabi untuk keselamatan manusia. Disebut juga dengan dienul-haq dan dienul samawi.
· Dienu ghoiru dienullah, bukan dari Allah. Jumlahnya lebih dari satu (QS.48:28). Yaitu diin hasil rekayasa pikiran manusia, biasa disebut juga agama budaya (dienul ardh)


Ciri-ciri Dienullah / Dienul Samawi

· Bukan tumbuh dari masyarakat, tapi diturunkan untuk masyarakat
· Disampaikan oleh manusia pilihan Allah, utusan itu hanya menyampaikan bukan menciptakan
· Memiliki kitab suci yang bersih dari campur tangan manusia
· Konsep tentang Tuhannya adalah tauhid
· Pokok-pokok ajarannya tidak pernah berubah dengan perubahan masyarakat penganutnya
· Kebenarannya universal dan sesuai dengan fitrah manusia


Ciri-ciri Dienul Ardh

· Tumbuh dalam masyarakat
· Tidak disampaikan oleh rasul Allah
· Umumnya tidak memiliki kitab suci, walaupun ada sudah mengalami perubahan-perubahan dalam perjalanan sejarah
· Konsep Tuhannya dinamisme, animisme, politheisme, dll.
· Ajarannya dapat berubah-ubah sesuai dengan perubahan masyarakat penganutnya
· Kebenaran ajarannya tidak universal, yaitu tidak berlaku bagi segenap manusia, masa dan keadaan


Pengertian Islam Secara Ethimologis / Bahasa :

· Tunduk patuh, berserah diri (al-Istislaam) (QS.3:83)
· Damai (As-Sulm)
· Bersih (As-Salim)
· Selamat (As-Salam)


Secara Terminologis / Istilah

· Aturan Ilahi yang diberikan kepada manusia yang berakal sehat untuk kebahagiaan hidup mereka di dunia dan akhirat
· Ajaran Islam :
· Sesuai fitrah manusia (QS.30:10). Kepentingan seluruh manusia (QS.34:28)
· Rahmat seluruh alam (QS.21:107)
· Untuk meningkatkan kualitas hidup manusia (QS.2:1790
· Sangat sempurna (QS.5:3)

DISKUSI
Bagaimana pendapatmu tentang kedua agama ini : Agama Kristen dan Agama Yahudi. Apakah kedua agama ini termasuk dienul samawi atau bukan? Berikan alasannya !

REFERENSI

· Diktat Agama IPB, Ust. Didin Hafidhuddin

“Sesungguhnya yang paling saya takuti atasmu ialah :
syirik kecil, yaitu Riya’
(beribadah bukan karena Allah semata,
tapi untuk dilihat orang)”
(HR. Ahmad)

Ditulis dalam Senior | Bertanda: | Leave a Comment »

Ma’rifatullah

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 10, 2008

TUJUAN

· Peserta memahami makna dan maksud dari ma’rifatullah
· Peserta mengetahui manfaat dan pentingnya ma’rifatullah
· Peserta mengetahui jalan-jalan untuk mengenal Allah
· Peserta mengetahui hal-hal yang menghalangi ma’rifatullah

RINCIAN BAHASAN

Makna Ma’rifatullah

· Ma’rifatullah berasal dari kata ma’rifah dan Allah. Ma’rifah artinya mengetahui, mengenal. Mengenal Allah bukan melalui zat Allah tetapi mengenal-Nya lewat tanda-tanda kebesaran-Nya (ayat-ayat-Nya).


Pentingnya Mengenal Allah

· Seseorang yang mengenal Allah pasti akan tahu tujuan hidupnya, tujuan mengapa ia diciptakan (QS.52:56) dan tidak tertipu oleh dunia. Sebaliknya orang yang tidak mengenal Allah akan menjalani hidupnya untuk dunia saja (QS.47:12).
· Ma’rifatullah merupakan ilmu yang tertinggi yang harus dipahami manusia (QS.6:122). Hakikat ilmu adalah memberikan keyakinan kepada yang mendalaminya. Ma’rifatullah adalah ilmu yang tertinggi, sebab jika dipahami akan memberikan keyakinan mendalam. Memahami ma’rifatullah juga akan mengeluarkan manusia dari kegelapan kebodohan kepada cahaya hidayah yang terang (QS.6:122).
· Berilmu dengan ma’rifatullah sangat penting, karena :

a. Berhubungan dengan subjeknya, yaitu Allah
b. Berhubungan dengan manfaat yang diperoleh, yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan, yang dengannya akan diperoleh keberuntungan dan kemenangan.


Islam Untuk Mengenal Allah
1. Lewat Akal

· Ayat Kauniyah / ayat Allah di alam ini :

· Fenomena terjadinya alam. Setiap sesuatu yang ada pasti ada yang mengadakan, begitu pula alam semesta ini, tentu ada yang menciptakan (QS.52:35).
· Fenomena kehendak yang tinggi. Bila kita perhatikan alam ini, kita akan menemukan bahwa alam ini tersusun dengan rapinya. Hal ini menunjukan bahwa di sana pasti ada kehendak yang agung yang bersumber dari Sang Pencipta Yang Maha Pintar dan Bijaksana (QS.67:3). Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang berakal (QS.3:190).
· Fenomena kehidupan (QS.24:45). Kehidupan berbagai makhluk di atas bumi ini menunjukkan bahwa ada zat yang menciptakan, membentuk, menentukan rizkinya dan meniup ruh kehidupan pada dirinya (QS.29:20, 21:30). Bagaimanapun pintarnya manusia, tak akan sanggup menciptakan seekor lalat pun (QS.22:73-74, 46:4).
· Fenomena petunjuk dan ilham (QS.20:50). Ketika mempelajari alam semesta ini kita akan melihat suatu petunjuk yang sempurna, dari yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya. Dari sebuah akar tumbuhan yang mencari air ke dasar bumi, hingga perjalanan tata surya ini menunjukkan bahwa ada zat yang memberi hidayah (petunjuk) dan Al-Qur’an menerangkan bahwa ia adalah Allah Yang Menciptakan lalu memberi hidayah.
· Fenomena pengabulan do’a (QS.6:63). Hal yang logis bila seseorang ketika menghadapi bahaya pasti menghadap Allah dan berdo’a, walaupun ia orang yang kafir / musyrik (QS.17:67, 10:22-23, 6:63-64).

· Ayat Qur’aniyah / ayat Allah di dalam Al-Qur’an :

· Keindahan Al-Qur’an (QS.2:23)
· Pemberitahuan tentang umat yang lampau (QS.9:70)
· Pemberitahuan tentang kejadian yang akan datang (QS.30:1-3, 8:7, 24:55)


2. Lewat memahami Asma’ul Husna

· Allah sebagai Al-Khaliq (QS.40:62)
· Allah sebagai Pemberi Rizqi (QS.35:3, 11:6)
· Allah sebagai Pemilik (QS.2:284)
· Dan lain-lain (QS.59:22-24)


Hal-hal yang menghalangi Ma’rifatullah

· Kesombongan (QS.7:146, 25:21). Sebagaimana lazimnya orang yang sombong yang tidak mau mengenal sesamanya, begitu pula manusia yang sombong terhadap Rabbnya, yang enggan berhubungan dengan-Nya.
· Zalim (QS.4:153). Perbuatan zalim yang besar, menyebabkan Allah mengunci hati manusia. Padahal lewat hati inilah Allah memberikan hidayah-Nya. Sedangkan awal hidayah seseorang ialah mengenal hakikat-Nya lagi.
· Bersandar pada panca indera (QS.2:55). Mereka tidak beriman kepada Allah dengan dalih tidak bisa melihat Allah, padahal banyak sesuatu yang tidak bisa mereka lihat, tapi mereka yakin keberadaannya, seperti gaya gravitasi bumi, arus listrik, akalpikiran, dsb.
· Dusta (QS.7:176). Lazimnya seorang yang dusta, yang tidak sama antara hati dan ucapannya,perbuatannya. Begitu pula manusia yang berdusta terhadap Allah. Sebenarnya hati mengakui keberadaan Allah, namun hawa nafsunya menolak dan mengajaknya berdusta.
· Membatalkan janji dengan Allah (QS.2:26-27)
· Lalai (QS.21:1-3)
· Banyak berbuat maksiat. Satu perbuatan maksiat bagaikan satu titik noda hitam yang mengotori hati manusia. Bila manusia banyak berbuat maksiat sedangkan ia tidak bertaubat, niscaya hati tersebut akan tertutup noda-noda hitam hingga menghalangi masuknya hidayah Allah.
· Ragu-ragu (QS.6:109-10)

Semua sifat di atas merupakan bibit-bibit kekafiran kepada Allah yang harus dibersihkan dari hati. Sebab, kekafiranlah yang menyebabkan Allah mengunci mati, menutup mata dan telinga manusia serta menyiksa mereka di neraka (QS.2:6-7).

DISKUSI
Perhatikanlah susunan tubuhmu. Jelaskanlah kekuasaan Allah yang kamu temui pada tubuhmu!

REFERENSI

· Said Hawa, Allah Jalla Jalaluhu
· Al-Ummah, Aqidah Seorang Muslim 1

“Barang siapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir
Hendaklah ia berbicara baik
Atau lebih baik diam”
(H.R. Muslim)

Ditulis dalam Senior | Bertanda: | Leave a Comment »

Rukun Islam

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 7, 2008

RINCIAN BAHASAN

Makna dan Hakikat Rukun Islam

Islam dibangun di atas lima dasar, yaitu rukun Islam. Ibarat sebuah rumah, rukun Islam merupakan tiang-tiang penyangga bangunan ke-Islaman seseorang. Bukan hanya shalat sebagai tiang agama (Ash-Shalatu ‘imaduddin) tapi juga zakat, shaum dan haji adalah tiang-tiang agama. Oleh karena itu semua disebut Arkanul Islam (Tiang-tiang/penyangga Islam). Di dalamnya tercakup hukum-hukum Islam yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. “Sesungguhnya Islam itu dibangun atas lima perkara : bersaksi sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasul-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji ke Baitullah dan puasa di bulan Ramadhan” (HR. Bukhari dan Muslim). Bagi siapa saja yang telah mengerjakan rukun Islam yang lima belum berarti bahwa ia telah total masuk ke dalam Islam. Ia baru membangun landasan bagi amal-amal yang lain.
Rukun Islam merupakan landasan operasional dari rukun Iman dan bukan operasionalisasi dari rukun Iman. Belum cukup dikatakan beriman hanya dengan mengerjakan rukun Islam tanpa ada upaya untuk menegakkannya.
Selain itu rukun Islam merupakan training center / pusat pelatihan bagi orang mukmin. Sebagaimana halnya training-training pada umumnya, maka keberhasilan suatu training bukan diukur dari apakah training itu telah selesai diikuti dengan baik atau tidak. Melainkan dari sejauh mana hasil yang diperoleh dalam training tersebut mampu menjawab/ menyelesaikan permasalahan konkrit yang dihadapi. Maka dari sinilah dapat kita pahami perbedaan antara “mengerjakan” dengan “menegakkan” rukun Islam. Yang pertama (mengerjakan) kita analogikan sebagai training, sedang yang kedua merupakan aplikasi yang akan menentukan efektivitas training tersebut.

· Syahadah adalah Agreement. Yaitu perjanjian antara seorang muslim dengan Allah SWT (7:172). Dengan menyatakan Laa ilaaha illallah, seorang muslim telah siap untuk bertarung melawan hidup, menghadapi cobaan dan melawan segala bentuk illah di luar Allah. Dengan syahadat seseorang bersedia melaksanakan segala konsekuensi sebagai seorang muslim, termasuk melaksanakan apa-apa yang merupakan kewajibannya. Itulah sebabnya mengapa seseorang tidak wajib mengerjakan shalat, zakat, shaum dan haji, sedang ia bukan seorang muslim, sedangkan ia belum bersyahadat. Karena sebelumnya shalat, zakat, shaum dan haji merupakan suatu training center yang telah dipersiapkan Allah sesuai dengan motivasi, tujuan dan cara hidup seorang muslim. Kelima rukun Islam tersebut masing-masing merupakan suatu paket training dan masing-masing memiliki sasaran pencapaiannya sendiri, berbeda antara satu dengan yang lainnya. Masing-masing saling melengkapi, membentuk kekuatan dan ketinggian seorang muslim serta kelengkapan bagi Penegakkan Aturan Hidup Islam di atas aturan hidup lain.
· Shalat adalah training yang bertujuan agar setiap muslim mengetahui, memahami, menguasai dan mengamalkan dalam setiap lintasan hati, pemikiran, ucapan dan tindakannya bahwa setiap sendi kehidupan ini adalah dalam rangka sujud atau beribadah kepada Allah (QS.6 : 162). Karena pengertian ibadah dalam Islam berbeda sekali dengan ibadah dalam agama-agama lain. Ibadah dalam Islam tidak terbatas pada praktek-praktek ibadah khusus/ritual saja, tapi juga mencakup seluruh aktivitas hidup manusia. Apabila tujuan hidup kita adalah mengabdi pada Allah, maka hendaklah kita memandang seluruh fenomena hidup ini sebagai tanggung jawab moral yang berdimensi banyak. Seluruh tindakan kita, bahkan yang tampaknya kecil, harus dilakukan sebagai tindakan pengabdian kepada Allah.
· Zakat adalah training yang bertujuan agar setiap muslim mengetahui, memahami dan mengamalkan bahwa setiap harta dan rezeki statusnya adalah milik Allah dan setiap muslim berkewajiban untuk menegakkan keadilan sosial. Salah satu kriteria orang yang bertakwa adalah menginfakkan sebagian rizki yang telah Allah berikan (QS.2:2-3). Dan setiap muslim hendaknya sadar bahwa mereka hanya diberi amanah untuk menguasai, tapi kemudian berkewajiban untuk menginfakkannya (QS.57:7). Allah telah mengatur bahwa di dalam harta-harta kita sesungguhnya terdapat hak-hak orang lain (QS.70:24-25). Dengan berzakat sesungguhnya seseorang telah membersihkan hartanya dari sebagian kecil harta yang bukan menjadi haknya (QS.9:103). Kalau kita mempelajari dengan sungguh-sungguh sistem zakat ini, niscaya kita akan sampai pada kesimpulan bahwa dia merupakan konsep dasar tata ekonomi dalam Islam. Penjabaran konsep ini insya Allah merupakan solusi tata ekonomi dunia di masa yang akan datang.
· Shaum adalah training yang bertujuan untuk membebaskan muslim dari perbudakan kebiasaan, baik secara jasmani maupun rohani. Perbudakan kebiasaan terhadap jasmani manusia dapat dilihat dari pola perilaku makannya. Dengan shaum seorang muslim siap untuk makan kapan saja sesuai dengan yang Allah rizkikan kepadanya. Betapapun laparnya, seorang muslim tidak akan mencuri. Dengan training shaum ini seorang muslim dapat ikut merasakan kesulitan orang kecil yang belum tentu dalam seharinya selalu bertemu dengan nasi. Perbudakan kebiasaan terhadap ruhani terlihat dari kenyataan bahwa sebagian besar manusia lebih banyak memperturutkan hawa nafsu / syahwat daripada ketinggian ruhaninya. Terbukti segala macam bentuk akhlak dan perilaku, baik perkataan maupun perbuatan yang tidak Islami sebenarnya didasari oleh hawa nafsu. Semata-mata mengikuti pikiran dan perasaan bukan didasari oleh petunjuk. Orang yang selalu dibimbing petunjuk, akhlak dan perilakunya tentu mencerminkan ruhani Islam yang tinggi jauh dari perbuatan keji. Dalam shaum, seseoang dilatih untuk tidak berbuat bahkan berkata keji karena akan merusak shaumnya (Hadits :”Banyak orang yang berpuasa, tetapi tidak ada yang ia dapatkan kecuali hanya lapar dan dahaga”). Begitu pula, setelah Ramadhan berlalu apa yang kita latih dalam bulan suci tersebut seharusnya kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
· Haji adalah training yang bertujuan agar setiap muslim memahami dan mengamalkan persatuan dan persamaan derajat, baik secara fisik maupun spiritual dalam hubungan dengan sesama manusia. Kesatuan dan persamaan derajat secara fisikal yang ingin dicapai oleh training haji dilatihkan pada saat wukuf di Padang Arofah. Tidak ada perbedaan warna, bahasa, bangsa dan kedudukan sosial pada waktu itu. Semua sama di hadapan Allah, semua mengharapkan ampunan dan rahmat-Nya. Mabrur tidaknya haji seseorang diukur dari seberapa jauh seseorang menegakkan nilai-nilai persatuan dan persamaan derajat yang telah dikerjakan dalam training haji ke dalam kehidupan sehari-hari.

REFERENSI

· Paket BP Nurul Fikri, Rumah Kita II (Al-Islam)
· Sa’id Hawa, Al-Islam


Ditulis dalam Senior | Bertanda: | Leave a Comment »

Al Iman

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 7, 2008

RINCIAN BAHASAN
Konsep-konsep tentang Iman, Islam dan Ihsan mungkin sudah pernah kita pelajari. Namun ternyata gambaran yang kita miliki selama ini belum cukup valid (shohih) dan integral (syamiil), karena kita melihat Iman, Islam dan Ihsan secara sektoral dan terpisah satu sama lain. Padahal ketiga konsep tersebut adalah merupakan satu bangunan yang dapat disebut sebagai RUMAH KITA, yang secara global terdiri dari tiga bagian utama, yaitu :
1. RUKUN IMAN, yang berfungsi sebagai lapisan fondasinya.
2. RUKUN ISLAM, yang berfungsi sebagai tiang penyangganya.
3. IHSAN, yang berfungsi sebagai atapnya.
Artinya : tegaknya Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas pondasinya dan daya tahan Islam pada diri seseorang tergantung pada kualitas atapnya. Jadi satu sama lain saling membantu, menguatkan dan memelihara.

Hakikat Iman
Pengertian Iman menurut ahlussunah : Iman terdiri dari tiga unsur, yaitu pembenaran dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan, yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Jadi Iman adalah keyakinan dan sekaligus juga amal.

Rukun Iman

Rukun Iman merupakan basis konsepsional atau landasan idiil yang mendasari pemikiran, ucapan dan tindakan seorang muslim. Artinya : seorang muslim yang beriman maka pemikiran, ucapan dan tindakannya tidak akan bertentangan dengan keimanannya kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Taqdir dan Kiamat. Orang yang beriman haruslah beriman kepada enam rukun iman. (Lihat QS. 2:285, 4 :136, dan Hadits. Ketika Nabi ditanya Malaikat jibril tentang Iman, maka jawab Nabi : “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada Utusan-utusan-Nya, kepada Hari Kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada Qadar yang baik dan yang buruk” (HR. Muslim). Maka barangsiapa yang mengingkari salah satunya maka ia telah mengingkari seluruh Rukun Iman.

Adapun penjabaran dari pelaksanaan rukun iman tersebut, yaitu :

1. Iman kepada Allah SWT. Konsekuensinya yaitu : mencintai Allah SWT (QS. 2:165). Tanda-tandanya : lihat QS. 8:2. Akibatnya : ikhlash dalam menjalankan perintah-perintah-Nya.
2. Iman kepada Malaikat (QS. 50:16-18). Konsekuensinya : tidak mungkin seorang mu’min berbuat ma’siat karena selalu ditongkrongi malaikat.
3. Iman kepada Kitab-kitab (QS. 2:2, 20:1-3). Konsekuensinya : menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
4. Iman kepada Nabi dan Rasul (QS. 33:40). Konsekuensinya : mencintai dan mengikutinya (QS. 3:31-32).
5. Iman kepada Hari Akhir (QS. 3:185). Konsekuensinya : mempersiapkan diri untuk mennghadapinya.
6. Iman kepada Takdir (QS. 22:7). Konsekuensinya : berprinsip bahwa “Janganlah kita mempersoalkan apa-apa yang Allah ingin lakukan terhadap kita, tetapi kita harus melakukan apa-apa yang Allah ingin dari kita.”

DISKUSI
Bagaimana pendapatmu jika ada orang yang sudah hafal betul rukun iman dan ia meyakininya, namun dalam kehidupan sehari-harinya tidak pernah melakukan syari’at Islam, seperti shalat, puasa dan berdo’a. Bahkan dalam kehidupan bermasyarakat pun, ia tidak berakhlak Islami. Sifatnya bakhil dan suka merugikan orang lain. Pelajaran apa yang dapat kamu ambil ?

REFERENSI

· Paket BP Nurul Fikri, Al-Iman
· DR. Muhammad Na’im, Yang Menguatkan Yang Membatalkan Iman, GIP
· Abdul Majid Al-Zanday, dkk, Al-Iman



Ditulis dalam Senior | Bertanda: | Leave a Comment »

5. Makna Alhamdulillahirobbil ‘aalamin

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juli 7, 2008

TUJUAN

· Peserta memahami makna alhamdulilah dan robbul ‘alamin
· Peserta dapat mengaplikasikan pemahamannya dalam kehidupannya

RINCIAN BAHASAN

Makna alhamdulillah

· Alhamdu = pujian terhadap suatu kebaikan yang didasari oleh ikhtiar.
· Allah memiliki prestasi yang tak mungkin disamai oleh manusia.Allah SWT dipuji atas keindahan nama-nama-Nya dan kebaikan perbuatan-Nya. Dalam Al-Qur’an pujian terhadap Allah seperti dalam QS.14:39; 27:15,93.
· Alasan Allah dipuji:

- Allah Maha Pembuat prestasi (QS.40:62)
- Allah Maha Indah dalam nama-nama-Nya (QS.20:8; 7:180)
- Allah Maha Baik dalam perbuatan-Nya (QS.32:7)
- Allah Mencipta segala sesuatu berdasarkan pengetahuan dan kehendak-Nya (QS.20:111)

Makna Rabbul alamin
Rabb = Pemilik yang mengatur urusan hamba-Nya
Al-’Alamin = Apa yang diketahui, berarti alam manusia dan jin dan kelompok-kelompok mereka (QS.7:80;3:42)

Sekurang-kurangnya harus ada empat kata sekaligus untuk dapat menerjemahkan Rabb secara tepat dan sempurna yaitu:

1. Allah sebagai Pencipta (QS.2:164)
· Manusia tidak mencipta, ia hanya merekayasa, membuat dan menyusun. Manusia membuat sesuatu karena diilhami oleh fenomena ciptaan Allah, contoh: helikopter yang diilhami oleh capung, sistem radar yang diilhami cara kelelawar terbang di gua yang gelap. Sekalipun ia merekayasa atau menyusun bentuk baru pasti bahan bakunya diambil dari ciptaan Allah juga. Allah sebagai Pencipta menantang manusia untuk menciptakan lalat dalam QS.15:73.
2. Allah sebagai Pemilik (QS.14:2)
· Siapa yang mencipta pasti memiliki. Aksioma ini tidak berlaku bagi manusia, tetapi berlaku mutlak bagi Allah SWT, karena Allah SWT mencipta atas irodat dan kehendak-Nya sendiri. Allah pencipta dan otomatis Allah sebagai pemiliknya.
3. Allah sebagai Pemelihara (QS.15:9)
· Allah memiliki sesuatu yang Ia ciptakan sendiri oleh karena itu Ia tidak akan lalai untuk menjaga dan memeliharanya.
4. Allah sebagai Penguasa (QS.15:16-27)
· Allah adalah sebagai pencipta, pemilik,dan sekaligus pemelihara atas alam semesta ini, tentu saja Dia adalah penguasa mutlak atas semua yang ada di dalamnya. Apabila ada satu saja urusan atau aturan yang dilakukan atau diberlakukan oleh manusia secara nyata-nyata bertentangan dengan aturan-Nya, berarti manusia telah subversif kepada-Nya.Na’udzubillahi min dzaalika!

DISKUSI
Bagaimana cara lain – selain mengucapkan hamdalah – untuk memuji Allah?

REFERENSI

· Paket BP Nurul Fikri, Setetes Basmalah dan Hamdalah dalam Lautan al-Fatihah
· Allamah,Thabathaba’i Tafsir Al-Mizan, Mengupas Surat Al-fatihah, CV.Firdaus
“Tidak akan masuk syurga,orang yang ada dalam hatinya sedikit sikap takabur.
Shahabat bertanya : ‘Bagaimana seandainya seseorang ingin memakai baju yang indah dan sepatu yang bagus?’
Nabi menjawab: “Sesungguhnya Allah itu indah dan suka kepada keindahan.
Takabur ialah menolak kebenaran (haq)
dan menganiaya orang lain (merendahkannya)”
(HR.Muslim)


Ditulis dalam Senior | Bertanda: | Leave a Comment »