Ditulis oleh Ruswandi di/pada Agustus 5, 2008
TUJUAN
| · |
Peserta memahami makna dan hakikat Ghozwul Fikri
|
| · |
Peserta memahami sarana, metode dan hasil-hasil dari Ghozwul Fikri
|
PETUNJUK/ATURAN PERMAINAN
Games 1
Membedakan dua benda yang amat berlainan (misalnya kapur dan tissue)
|
Para mad’u harus menyebutkan dengan cepat setiap benda yang diangkat oleh mentor (dilakukan beberapa kali)
|
|
Sekarang benda ditukar namanya. Jika kapur diangkat, peserta harus menyebtnya sebagai tissue, begitu pula sebaliknya. Pada awalnya peserta akan mengalami kesulitan karena belum terbiasa. Tapi lama kelamaan akan terbiasa.
|
|
Itulah Ghozwul Fikri. Pada awalnya nilai-nilai keislaman itu sudah jelas dan pasti. Tetapi musuh Islam berusaha menghilangkan nilai keislaman dari umat Islam secara perlahan-lahan.
|
|
Maka disodorkanlah pada muslimin nilai yang tidak islami. Mula-mula umat Islam tidak menerimanya (tidak terasa) tapi lama kelamaan karena usaha mereka yang terus menerus ditambah umat Islam yang malas mengkaji Al Qur’an dan Sunnah, maka umat Islam akan larut dan tenggelam dengan nilai-nilai non Islam tersebut. Bahkan nilai-nilai yang menyimpang dengan Islam sudah dianggap biasa. Dan sebaliknya ketika disodorkan nilai-nilai Islam mereka tidak mau menerima Islam dan menjauh, seperti yang terjadi sekarang ini.
|
Games 2
Al Qur’an di tengah karpet
|
Al Qur’an diletakkan di tengah-tengah karpet yang lebar.
|
|
Peserta diperintahkan untuk mengambil Al Qur’an tadi tanpa menyentuh karpet (sulit/tidak bisa)
|
|
Peserta diberitahu cara untuk mencapai Al Qur’an tanpa harus menginjak karpet, yaitu dengan cara menggulung karpet sampai tengah dan dapat mengambil Al Qur’an.
|
|
Usaha musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam tidak lagi dengan menginjak-injak kaum muslimin melainkan dengan mengambil jiwa Al qur’an dalam jiwa mereka dengan cara perlahan-lahan dan mebuai serta tahap demi tahap tanpa disadari umat Islam.
|
RINCIAN BAHASAN
Sebuah ilustrasi
Suatu ketika di Perang Salib, seorang petinggi kaum Palangis (pasukan kristen) tertangkap oleh pejuang-pejuangpenegak agama Allah dan ditawan. Sang petinggi ini diperlakukan sangat baik selama ditawan. Ada satu hal yang membuatnya berfikir. Setiap malam ia memperhatikan sang penjaga berlinangan air mata saat membaca kitab sucinya. Ia tak habis fikir bagaimana seorang yang begitu perkasa di siang hari di medan tempur dapat menangis sedemikian rupa di malam hari ketika membaca Al Qur’an. Akhirnya ia sampai kepada suatu kesimpulan bahwa disitulah letak kekuatan kaum Muslimin. Selama beberapa pertempuran fisik mereka tidak berhasil mengalahkan kaum muslimin, ternyata ada suatu sumber kekuatan yang maha dahsyat yang memberikan motivasi yang begitu kuat bagi kaum Muslimin. Ia lalu mengirim surat kepada pasukannya yang mengabarkan bahwa jika ingin mengalahkan kaum Muslimin tidak dapat secara fisik tetapi mereka harus dijauhkan terlebih dahulu dari kitab sucinya. Dan memang kemenangan mereka setelah umat Islam mulai jauh dari Al Qur’an.
Sementara itu tujuh abad kemudian, Samuel Zuaimir ketua Asosiasi Agen Yahudi pada sebuah konferensi di Yerussalem dalam pidatonya mengatakan…….. tujuan misi yang telah diperjuangkan bangsa Yahudi dengan megirim saudara ke negara-negara Islam, bukanlah mengharapkan kaum Muslimin beralih ke agama Yahudi……… Tetapi tugasmu adalah mengeluarkan mereka dari Islam dan tidak berpikir mempertahankan agama Allah atau berdialog dengan-Nya.
Pengertian Ghozwul Fikri
Ghozwul fikri terdiri dari dua kata : ghozwah dan fikr. Ghozwah berarti serangan, serbuan atau invasi. Fikr berarti pemikiran. Serangan atau serbuan di sini berbeda dengan serangan dan serbuan dalam qital (perang).
Penyerangan dengan berbagai cara terhadap pemikiran ummat Islam guna merubah apa yang ada di dalamnya sehingga tidak lagi bisa mengeluarkan darinya hal-hal yang benar karena telah tercampur aduk dengan hal-hal tak islami.
Sasaran GF
| · |
Berusaha memasukkan yang sudah kosong islamnya ke dalam agama kafir. QS.2:217, Menjauhkan umat Islam dari Dien (agama)-nya. (QS.17:73, 5:49)
|
| · |
Agar umat Islam mengikuti agama kafir (QS.2:120)
|
| · |
Memadamkan cahaya (agama ) Allah. (QS.61:8, 9:32)
|
Metode GF
|
· |
Membatasi supaya Islam tidak tersebar luas
|
| · |
Tasykik (pendangkalan/peragu-raguan)
|
|
Gerakan yang berupaya menciptakan keragu-raguan dan pendangkalan kaum muslimin terhadap agamanya.
|
| · |
Tasywih (pencemaran/pelecehan)
|
|
Upaya orang kafir untuk menghilangkan kebanggaan kaum muslimin terhadap Islam dengan menggambarkan Islam secara buruk.
|
|
Upaya orang kafir menyesatkan umat mulai ari cara yang halus sampai cara yang kasar.
|
| · |
Taghrib (pembaratan/westernisasi)
|
|
Gerakan yang sasarannya untuk mengeliminasi Islam, mendorong kaum muslimin agar mau menerima seluruh pemikiran dan perilaku barat.
|
|
Menyerang Islam dari dalam:
|
| · |
Penyebaran faham sekulerisme
|
| · |
Berusaha memisahkan antara agama dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
|
| · |
Penyebaran faham nasionalisme.
|
| · |
Nasionalisme membunuh ruh ukhuwah islamiyah yang merupakan azas kekuatan umat Islam.
|
|
“Bukan dari golonganku orang yang mengajak pada ashobiyah dan bukan golonganku orang yang berperang atas dasar ashobiyah dan bukan ari golonganku orang yang mati karena ashobiyah”.
|
| · |
Pengrusakan akhlak umat Islam terutama para pemudanya.
|
Sarana GF
| · |
Mass Media: cetak dan elektronika
|
Hasil GF
| · |
Umat Islam menyimpang dari Al Qur’an dan As Sunnah QS.25:30
|
| · |
Minder dan rendah diri QS.3:139
|
| · |
Terpecah-belah QS.30:32
|
DISKUSI
Amir sejak lama mempunyai kebiasaan yang sangat baik. Setiap hari ia pasti menyempatkan waktu untuk membaca Al Qur’an dan juga membaca terjemahannya walaupun itu hanya satu ayat saja. Ia sangat senang sekali Ibunya membelikannya Qur’an beserta terjemahannya saat ia berulang tahun bulan yang lalu. Hari ini Amir baru saja membaca QS.2:120 dan melihat terjemahannya: “Dan tidak akan ridha selamanya Yahudi dan Nashara sampai kalian mengikuti millah mereka….” Ia berpikir ‘Ah, teman-temanku yang Nasrani semuanya baik padaku’. ‘Masa kita harus berburuk sangka atau apriori kepada mereka?’ Tetapi ini Allah yang berkata, Ia yang paling tahu akan sifat-sifat manusia. ‘Bagaimana ini, apakah aku harus menjauhi mereka dan tidak usah berteman dengan mereka?’
Memasuki era globalisasi ini, dunia semakin terasa kecil dengan perkembangan teknologi informasi. Semua informasi terasa tak terbendung. Orang dapat mengetahui apa saja yang diinginkannya di negara manapun. Teknologi internet memungkinkan hal tersebut. Tetapi apakah semua informasi ini benar atau baik.
| · |
Bagaimana pengaruh internet terhadap generasi muda?
|
| · |
Bagaimana menanggulangi pengaruh negatifnya?
|
| · |
Bagaimana pengaruh media massa (cetak dan elektronik) terhadap gaya hidup dan perilaku generasi muda?
|
REFERENSI
| · |
Daud Rasyid, M.A, Al-Ghazwu Al-Fikri dalam sorotan Islam.
|
| · |
Prof. Abdul Rahman H. Habanakah, Metode merusak akhlak dari Barat.
|
| · |
Abu Ridho, Pengantar memahami Al-Ghazwu Al- Fikri
|
| · |
Prof. DR. Abdulkarim Yunus Al-Khatib,dkk. Membendung Sikap Anti Islam.
|
| · |
DR.Darouza, Mengungkap tentang Yahudi
|
Entri ini dituliskan pada Agustus 5, 2008 pada 11:59 pm dan disimpan dalam Uncategorized.
Bertanda: mentoring islam sma, perang, pikiran, super. Anda bisa mengikuti setiap tanggapan atas artikel ini melalui RSS 2.0 pengumpan.
Anda bisa tinggalkan tanggapan, atau lacak tautan dari situsmu sendiri.