Situs Islam: Klub Sekolah Mentoring Agama Islam

Arsip untuk Juni, 2009

Mengawasi Anak Kita

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juni 27, 2009

Monitoring: Mengawasi dengan Siapa dan Lingkungan Seperti Apa Anak-anak Kita Berinteraksi

Monitoring: Mengawasi dengan Siapa dan Lingkungan Seperti Apa Anak-anak Kita Berinteraksi

Apakah kita perlu menjadi seorang superhero dengan pandangan setajam sinar X dan mata-mata di belakang kepala kita untuk menjadi seorang pengawas yang baik? Tentu tidak. Kita tidak perlu setiap menit setiap harinya terus menerus bersama anak-anak. Menjadi seorang pengawas yang baik menggabungkan kemampuan bertanya dan memberi perhatian, dengan membuat keputusan-keputusan, menentukan batasan-batasan, dan mendorong anak-anak mengambil pilihan-pilihan yang positif ketika kita tidak ada.

Ketika anak-anak kita masih kecil, pengawasan tampaknya mudah karena kita adalah orang yang paling menentukan dalam membuat sebuah keputusan. Kita yang memutuskan diasuh siapa anak-anak kita; kita yang memutuskan apa yang boleh dilihat atau didengar anak-anak; kita yang memutuskan dengan siapa anak-anak kita boleh bermain. Jika terjadi sesuatu atau seseorang muncul berinteraksi dengan anak-anak, kita biasanya adalah salah satu orang yang pertamakali mengetahuinya Segala sesuatunya kemungkinan berubah karena anak-anak kita bertambah tua usianya, terutama setelah mereka mulai sekolah dan memasuk usia pra remaja dan remaja. Karena anak-anak mulai belajar tentang kepribadian mereka sendiri, mereka kadang-kadang mengalami pertentangan dengan orangtuanya. Akibatnya, akses orangtua untuk secara aktif mengawasi seringkali menjadi terganggu..

Para orangtua perlu mencermati setiap perubahan yang terjadi ketika anak-anak datang dan pergi, sesuai dengan usia dan tahapan pertumbuhan mereka. Untuk mengetahui apakah kita sudah menjadi pengawas yang aktif, cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar berikut ini:

  • § Dengan siapa anak-anak kita bermain, belajar, kemah bersama, dan sebagainya?
  • § Apa saja yang kita ketahui tentang orang-orang yang sering bersama anak-anak kita?
  • § Di mana anak-anak kita sekarang, kemana mereka sering pergi?
  • § Apa yang sedang anak-anak kita kerjakan sekarang?
  • § Kapan anak-anak kita berada di rumah atau pergi keluar ?
  • § Bagaimana anak-anak kita sampai di tempat tujuan, bagaimana mereka pulang ke rumah?

Kita mungkin tidak akan memiliki secara detail seluruh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Akan tetapi, sangat penting bagi kita untuk banyak mengetahui jawaban-jawaban atas sebagian besar pertanyaan tersebut setiap saat

Kita juga perlu memperhatikan hal-hal berikut jika ingin menjadi seorang pengawas yang aktif:

1. Kembangkan komunikasi dua arah sejak anak-anak kita masih kecil dan pelihara kejujuran dalam komunikasi terbuka tersebut.

Kelihatannya sepele, tetapi komunikasi yang jujur merupakan sesuatu yang sangat krusial. Ketika anak-anak kita masih kecil, katakan secara terus terang apa saja yang kita lakukan ketika kita tidak bersama-sama mereka; kemudian tanyakanlah kepada anak-anak kita apa saja yang mereka kerjakan selama waktu tersebut. Karena anak-anak kita bertambah tua, pertahankan bentuk komunikasi seperti ini. Kita maupun anak-anak sama-sama harus ambil bagian dalam komunikasi yang terbuka, komunikasi dua arah.

2. Katakan pada anak-anak tentang pikiran-pikiran dan ideal-ideal yang kita anggap berharga dan mengapa kita menganggap demikian.

Sebagai contoh, jika menghormati orang dewasa merupakan sebuah ideal yang kita berharap anak-anak kita memilikinya, katakanlah padanya; bahkan lebih baik jika kita kemukakan alasan mengapa kita menganggap hal tersebut penting. Jangan berasumsi bahwa anak-anak kita tahu alasan-alasan mengapa kita menganggap sebuah kebiasaan atau cara berperilaku tertentu dianggap penting daripada kebiasaan atau cara berperilaku lainnya.

3. Ketahuilah apa saja yang sedang anak-anak kita saksikan, bacakan, mainkan, atau dengarkan

Karena TV, video games, internet, dan musik merupakan bagian besar dari kehidupan kita, maka semua hal tersebut dapat memberi pengaruh besar pada anak-anak. Kita harus mengetahui apa saja yang mempengaruhi anak-anak kita. Kita tidak akan mampu membantu anak-anak kita membuat pilihan positif jika kita tidak tahu website apa yang mereka kunjungi, apa saja yang dia baca, apa saja yang dia dengarkan, atau apa saja yang dia mainkan.

4. Kenali orang-orang yang sering menghabiskan waktu bersama anak–anak kita

Karena kita tidak bisa bersama anak-anak setiap saat, maka sudah seharusnya kita mengenal lebih jauh siapa yang bersama anak-anak ketika kita tidak ada. Teman-teman memiliki pengaruh sangat besar terhadap anak-anak kita, mulai masa prasekolah sampai masa dewasa. Selama rentang waktu ini teman-teman memiliki pengaruh positif, meskipun tidak selalu demikian.

Dengan sedikit usaha dari kita, anak-anak kita mungkin bergabung dengan teman-teman yang memiliki nilai-nilai, minat-minat, dan perilaku-perilaku yang nantinya akan memberi nilai positif bagi kehidupan anak-anak kita.

Anak-anak kita juga banyak menghabiskan waktu dengan guru-gurunya. Para guru memainkan peran penting dalam keseluruhan perkembangan dan kesejahteraan anak-anak kita. Jadi, kenali lebih jauh juga guru-guru anak kita.

5. Memberikan arahan tanpa kita harus menjadi kaku

Dalam sejumlah kasus, tidak mengijinkan anak-anak kita untuk melakukan sesuatu justru mendorong anak-anak lebih ingin melakukannya. Pertanyaan yang mendorong jawaban“ tidak” atau “Ya, tetapi hanya jika…”merupakan sebuah pilihan yang sangat berguna dalam memberikan arahan terhadap anak-anak kita tanpa harus menjadi kaku.

Untuk menemukan bagaimana sejumlah orangtua menggunakan pengawasan dalam praktek-praktek pengasuhan dalam kehidupan sehari-hari, beralihlah ke bagian buku ini yang sesuai dengan usia anak kita.

Mari kita melanjutkan untuk membaca prinsip mentoring. Menjadi mentor bagi anak-anak dapat membuat anak-anak kita terjaga dari terluka dengan mendorongnya untuk bertindak dalam cara-cara yang penuh perhitungan. Sekarang mari kita lanjutkan tentang prinsip mentoring.

http://kurniawan.staff.uii.ac.id/2009/03/25/monitoring-mengawasi-kontak-anak-anak-kita-dengan-dunia-sekitar/

Ditulis dalam Mentor Islam | Bertanda: | Leave a Comment »

Apa itu Modeling?

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juni 27, 2009

“Kalau saya besar nanti, saya hanya ingin menjadi seperti ibu/ayah.”

Pernahkah anak-anak mengatakan seperti itu kepada Anda?

Ini merupakan sebuah pernyataan yang sedikit banyak menyenangkan bagi para orangtua. Di satu sisi, ini merupakan sebuah tantangan bagaimana caranya agar anak-anak kita mau memperhatikan apa yang kita lakukan; di sisi lain untuk menjadi seorang model dituntut tanggung jawab yang besar.

Model-model peran muncul dalam berbagai bentuk dan cakupan; mereka meliputi berbagai jenis pekerjaan; mereka dapat berasal dari desa atau dari kota. Sejumlah anak-anak mengambil altet sebagai model peran mereka; anak-anak lain menjadikan para pengarang atau para ilmuwan sebagai model perannya. Dan, percaya atau tidak, banyak anak-anak yang menjadikan orangtuanya sebagai model peran mereka.

Sudah sangat sering kita mendengar bahwa perilaku pengasuhan orangtua dipengaruhi oleh reaksi mereka terhadap pengalaman masa kanak-kanaknya. Sejumlah orangtua berpikir dan mengatakan,”Saya tidak pernah ingin menjadi seperti orangtuaku”; “Itu cukup baik untukku, maka akan cukup baik juga untuk anakku.” Ingatlah bahwa bereaksi—berbeda dengan memberikan respon—mencegah kita untuk membuat keputusan-keputusan yang dapat mengubah hasil dari situasi yang dihadapi. Untuk menjadi orangtua yang lebih efektif, lebih konsisten, lebih aktif, dan lebih atentif, cara terbaik adalah memfokuskan pada anak-anak kita dan kehidupan mereka.

Apakah ini berarti kita harus menjadi pribadi sempurna sehingga anak-anak kita juga akan tumbuh menjadi pribadi sempurna? Tentu tidak. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang sempurna. Yang perlu kita lakukan adalah menentukan contoh seperti apa yang akan dan sedang kita rancang untuk anak-anak kita

Kita mungkin ingin menjadi model peran seperti berikut :

Model yang melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang dikatakan dan mengatakan sesuatu sesuai dengan apa yang dilakukan

Anak-anak ingin bertingkah laku seperti model-model peran yang mereka lihat. Anak-anak belajar banyak—bahkan lebih banyak—dari tindakan-tindakan kita, daripada ucapan-ucapan kita. Jangan hanya meminta anak-anak untuk menelpon rumah jika mereka akan pulang terlambat. Pastikan kita juga menelpon rumah ketika kita akan pulang terlambat. Jangan hanya mengatakan kepada anak-anak untuk tidak berteriak ketika mereka sedang berbicara pada kita. Pastikan kita juga tidak berteriak ketika kita berbicara pada anak-anak atau dengan orang lain. Bentuk konsistensi ini sangat membantu anak-anak kita untuk memahami adanya pola-pola hubungan antara sikap dan perilaku yang dapat dipercaya.

Model yang memperlihatkan penghormatan kepada orang lain, termasuk anak-anak kita

Bagi sejumlah anak, kata menghormati sulit untuk dimengerti. Mereka mengetahui menghormati merupakan sebuah konsep yang penting, tetapi bukan sesuatu yang konkret, sesuatu yang dapat mereka sentuh. Untuk membantu anak-anak kita belajar memahami bagaimana melakukan perilaku menghormati, kita mungkin dapat memperlihatkan secara langsung kapan kita merasa dihormati.

Sebagai contoh, meskipun menurut kita corak pakaian yang dipilih anak tidak sesuai, sekali anak kita belajar memilih pakaian yang akan dikenakan, kita dapat menunjukkan penghargaan atas pilihan yang diambilnya tersebut. Katakan pada anak-anak kita,” Kami bangga dengan keputusanmu untuk memakai pakaian dengan corak kotak-kotak tersebut.”

Model yang jujur terhadap anak-anak tentang apa yang sedang kita rasakan.

Jika suatu waktu orang-orang dewasa mengalami kebingungan tentang emosi yang dirasakan, maka tidak mengherankan anak-anak juga mengalami kebingungan serupa. Sebagai contoh, kita mungkin sedikit marah setelah seharian mengerjakan begitu banyak tugas di kantor. Melihat kita marah kemungkinan anak-anak akan berpikir bahwa kita marah kepada mereka. Jika kita menemukan diri kita melakukan sesuatu yang menyimpang dari kebiasaan yang kita lakukan, katakan kepada anak-anak bahwa mereka tidak bersalah atas perubahan perilaku kita tersebut.

Anak-anak bahkan dapat membantu kita karena meringankan suasana hati yang dialami atau membuat sikap kita berubah. Kita dapat mencegah perasaan terluka dan kebingungan yang dialami dengan bersikap terus terang kepada anak-anak tentang perasaan yang kita alami.

Pastikan bahwa anak-anak memahami bahwa dimarahi tidak berarti “tidak dicintai”

Pertentangan dan perbedaan pendapat merupakan suatu hal yang normal terjadi pada berbagai macam hubungan, termasuk hubungan dalam keluarga. Sejumlah anak beranggapan bahwa jika kita memarahi mereka, maka itu berarti kita tidak lagi mencintai mereka. Mereka belum mampu memisahkan cinta dari marah Meskipun Anda berpikir anak Anda memiliki emosi yang kuat, Anda mungkin ingin spesifik tentang hal ini. Dengan kata lain, Anda beresiko memiliki anak yang berpikir mereka tidak dicintai setiap saat ketika Anda tidak setuju. Apapun yang terjadi, perhatikanlah setiap perubahan dalam emosi anak Anda, sehingga Anda dapat melatih anak Anda mengatasi kemarahan atau kesedihan yang dialami tanpa perlu menolak pengalaman emosi tersebut.

Tunjukkan bahwa Anda tidak ingin anak Anda memainkan peran model tertentu dan pastikan bahwa kita juga tidak sedang melakukan hal tersebut.

Sebagai contoh, Andaikan anak kita menganggap seorang atlet olahraga sebagai modelnya. Jika kita mengetahui atlet olahraga tersebut memakai obat illegal atau secara fisik atau verbal menghina orang lain, akankah kita tetap menginginkan anak kita terus memperhatikan atlet tersebut? Mungkin tidak. Nah sekarang, gunakan standar yang sama pada perilaku kita sendiri. Jika kita tidak ingin anak-anak merokok, maka kita seharusnya tidak merokok. Jika kita ingin anak-anak berangkat sekolah tepat waktu, pastikan bahwa kita juga berangkat kerja dan hadir di pertemuan lainnya tepat waktu. Jika kita tidak ingin anak-anak berkata-kata kasar, jangan berkata-kata kasar di manapun, termasuk di hadapan anak-anak. Melihat kembali perilaku kita berarti jujur dengan diri sendiri, tentang diri kita sendiri. Kita mungkin membutuhkan sejumlah perubahan tentang bagaimana kita bertindak. Tapi yang pasti, pada akhirnya kita dan anak-anak akan mendapatkan keuntungannya.

http://kurniawan.staff.uii.ac.id/2009/03/26/modeling-menjadikan-perilaku-kita-sebagai-model-memberikan-anak-anak-kita-sebuah-contoh-yang-positif-dan-konsisten/

Ditulis dalam Mentor Islam | Bertanda: | Leave a Comment »

Menjadi Mentor bagi Anak Kita

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juni 27, 2009

Menjadi mentor bagi anak kita untuk mendukung dan menumbuhkan perilaku-perilaku yang dikehendaki

Ketika dulu kita sedang tumbuh, apakah kita memiliki seseorang yang khusus dalam kehidupan kita, seseorang yang mengerjakan sesuatu bersama-sama kita, seseorang yang memberikan nasihat kepada kita, atau seseorang yang mau mendengarkan keluh kesah kita? Seseorang ini mungkin saudara kandung kita, atau teman keluarga kita yang usianya lebih tua dari kita. Jika demikian, maka kita memiliki seorang mentor.

Sejak awal tahun 1980-an, program mentoring formal yang memasangkan anak-anak dengan para mentor yang terlatih telah menunjukkan keberhasilan yang tinggi. Mentoring, apakah berbentuk dalam sebuah hubungan informal atau sebuah program formal, sama-sama memiliki satu tujuan yang jelas: membimbing anak-anak dan remaja kita untuk menjadi orang dewasa yang sehat dan bahagia.

Para mentor membantu anak-anak mencapai potensinya secara penuh, yang mungkin mencakup menerima kesalahan-kesalahan dan tangisan-tangisan, seperti halnya menerima kesuksesan-kesuksesan dan senyuman-senyuman

Sekarang kita mengetahui bahwa semua anak-anak membutuhkan seorang mentor. Tapi, tahukah Anda bahwa orangtua adalah mentor yang terbaik?

· Apa artinya menjadi seorang mentor?

Seorang mentor adalah seseorang yang memberikan dukungan, bimbingan, persahabatan, dan penghargaan terhadap anak-anaknya. Kedengarannya hebat. Tetapi, apa sih makna sebenarnya dari mentor?

Menjadi seorang mentor itu seperti menjadi seorang palatih sebuah team olahraga. Seorang pelatih yang handal mengenali kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan setiap pemainnya dan mencoba membangun kekuatan-kekuatan tersebut dan mengatasi kelemahan-kelemahan. Pada prakteknya, para pelatih berdiri di belakang dan menyaksikan strategi yang dilakukan pemainnya, memberikan nasihat tentang apa yang seharusnya dilakukan pemain. Meskipun demikian, para pelatih mengetahui bahwa para pemain itu sendiri yang nantinya membuat keputusan di lapangan.

Para pelatih secara cermat mencatat perbaikan yang ditunjukkan setiap pemain dan secara jujur memuji atas setiap kemajuan yang diperlihatkan pemain tersebut. Para pelatih mendengarkan apa yang dikemukakan para pemainnya dan mencoba membangun kepercayaan diri para pemain. Para pelatih memberikan kesempatan kepada setiap para pemain untuk bermain ketika giliran mereka tiba.

Para mentor mengerjakan hal yang sama: mengembangkan kelebihan-kelebihan seorang anak, bersama-sama melakukan sesuatu yang menjadi minat anak, mengemukakan nasihat dan dukungan, memberikan pujian, mendengarkan, dan menjadi teman. Para mentor membantu anak-anak mencapai pontensinya secara penuh, termasuk menerima kesalahan-kesalahan dan tangisan-tangisan seperti halnya menerima kesuksesan-kesuksesan dan senyuman-senyuman. Para mentor tahu bahwa kegagalan-kegagalan kecil seringkali merupakan langkah awal dari sebuah kesuksesan besar. Menyadari adanya fakta tersebut, para mentor akan terus mendorong anak-anak untuk tetap mencoba karena kesuksesan itu hanya berada di sudut yang lain.

Apa yang dapat saya lakukan untuk menjadi seorang mentor?

Tidak ada kekuatan magis yang memungkinkan seseorang menjadi seorang mentor yang handal. Hanya dengan menyempatkan waktu bersama anak-anak akan membantu kita menjadi seorang mentor. Kita dapat melakukan suatu hal yang biasa bersama-sama anak-anak, misalnya pergi ke grosir bersama-sama. Kita juga dapat melakukan sesuatu yang spesial dengan anak-anak, seperti pergi ke musium atau menonton konser bersama-sama. Bagian terpenting adalah kita melakukan sesuatu secara bersama-sama, termasuk melakukan komunikasi satu sama lain.

Kita mungkin perlu mengingat beberapa hal penting untuk menjadi seorang mentor yang handal:

1. Jujurlah dengan kekuatan dan kelemahan yang kita miliki

Jika kita mengetahui jawaban atas sebuah pertanyaan, katakan ya; jika tidak mengetahuinya, katakan juga tidak tahu. Untuk membangun sebuah hubungan dengan anak-anak kita yang penuh kepercayaan, kita hanya perlu menjadi seorang manusia. Setiap manusia pernah melakukan kesalahan; kita dan anak-anak juga pernah melakukannya. Melalui komunikasi, anak-anak akan mendapatkan pelajaran dari kesalahan yang kita lakukan, termasuk apa-apa yang kita pikirkan sebelum kita melakukannya, bagaimana pikiran kita berubah setelah kita melakukan hal tersebut, dan bagaimana kita mengubah pikiran-pikiran atau perilaku-perilaku kita untuk menghindari kesalahan serupa di masa yang akan datang. Seorang anak yang berpikir bahwa orangtuanya adalah orang yang sempurna akan mengembangkan harapan-harapan bahwa orangtua mereka sendiri tidak mungkin hidup seperti itu.

2. Hargai pemikiran-pemikiran dan pendapat-pendapat anak-anak kita tanpa perlu menghakiminya

Meskipun kita tidak setuju dengan apa yang dipilih anak-anak, tanyakan secara baik-baik—tanpa menimbulkan rasa takut akan dikenakan hukuman karena tidak sesuai dengan kehendak orangtua—kepada anak-anak pikiran-pikiran apa yang mendasari pilihan yang mereka ambil. Jika anak-anak takut terkena hukuman, kemungkinan besar mereka tidak akan mau menceritakannya secara menyeluruh. Mari kita hargai sudut pandang yang berbeda atas sesuatu; Hal ini akan melatih anak-anak kita untuk memikirkan lebih banyak alternatif terhadap sebuah isu. Ingatlah bahwa ada perbedaan yang sangat mendasar antara ,”Saya tidak setuju dengan apa yang kamu katakan,” dengan “Kamu salah.”

3. Dukung minat dan kekuatan anak-anak kita , tetapi jangan memaksanya

Anak-anak menghabiskan masa kanak-kanaknya untuk mengetahui siapa dirinya, bagaimana dunia ini bekerja, dan bagaimana mereka menyesuaikan diri terhadap dunia tersebut. Kita harus yakin bahwa anak-anak kita memiliki kesempatan yang cukup luas untuk melakukan eksplorasi. Jika anak-anak kita tidak memiliki minat dalam sebuah aktivitas atau suatu topik, jangan memaksa mereka untuk menyukainya. Mengapa demikian? Karena mereka melakukan aktivitas tersebut dengan ketakutan dan keterpaksaan, maka lambat laun mereka akan mencari-cari cara bagaimana menghindari aktivitas tersebut.

4. Kenalkan anak-anak kita pada sesuatu yang kita sangat suka mereka untuk melakukannya.

Ini merupakan cara yang paling efektif agar anak-anak kita belajar lebih jauh tentang siapa orangtuanya. Kadang-kadang sulit bagi anak-anak kita untuk mengenali hal-hal apa yang disukai orangtuanya karena orang lain pun melakukan hal yang sama, seperti memainkan sebuah alat musik, menjadi sukarelawan pada asrama perawat, menonton film, bermain olahraga, atau pengetahuan tentang seni. Jika anak-anak sering melihat kita melakukan sesuatu yang sangat disukai, maka kita akan “menjadi orangtua yang dikenal” daripada “menjadi sekedar orangtua”.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang bagaimana sejumlah orangtua memasukan mentoring ke dalam aktivitas sehari-hari pengasuhan mereka, beralihlah ke bagian buku ini yang berhubungan dengan berapa usia anak kita. Atau lanjutkan untuk membaca bagian modelling.

Mentoring memberi anak-anak kita dukungan yang dibutuhkan untuk menjadi orang yang mereka inginkan. Sekarang, bagaimana dengan Anda? Apakah kita adalah orang yang seperti kita inginkan? Cobalah beberapa saat untuk berpikir tentang menjadi model yang lebih baik untuk anak-anak kita.

http://kurniawan.staff.uii.ac.id/2009/03/25/mentoring-menjadi-mentor-bagi-anak-kita-untuk-mendukung-dan-menumbuhkan-perilaku-perilaku-yang-dikehendaki/

Ditulis dalam Mentor Islam | Bertanda: , | Leave a Comment »

Kenapa harus mentoring ?

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juni 10, 2009

kenapa harus mentoring ?

Karena mentoring sebenarnya adalah proses untuk “akselerasi kedewasaan”. Kedewasaan ini, sangatlah luas, bisa jadi, kedewasaan dalam memahami Islam,kedewasaan dalam berilmu sesuai pilihan kompetensinya, kedewasaan dalam mensikapi masalah, kedewasaan dalam memilih keputusan, bahkan kedewasaan dalam bergaul- mengenal karakter manusia.

Kedewasaan, Kenapa ? Kenapa Bisa ? Dan Apakah Harus Dengan Mentoring ?

Ya. Mentoring adalah sebuah grup diskusi terfokus, yang didalamnya terdapat interaksi- relasi antar insan, ada aspek manusiawi, serta hubungan interpersonal. Bisa jadi seseorang menjadi dewasa, tanpa mentoring, karena aspek pembentuk kedewasaan memang banyak, bisa jadi dia anak sulung, sebatang kara, dididik orang tua, atau memang sudah dilepas sedari kecil. Mentoring adalah proses “percepatan kedewasaan”, karena dengan mentoring, maka kita akan memperbesar “kapasitas berkomunitas” kita, memahami bahwa ternyata, karakter manusia itu beragam, menangani konflik komunikasi, hingga mampu bekerjasama walaupun terdapat perbedaan prinsip di satu sisi.

Lalu, Kenapa Harus Mentoring Yang Isinya Materi Melulu ?

Materi ? Ya, terkadang, mentor memang tidak mampu menerjemahkan “materi” mati menjadi “hidup”. Mentor harus paham, bahwa “mempelajari” dan “membaca” sebuah materi adalah satu masalah, sedangkan “membumikan” dan “mengkomunikasikan” materi kepada adik mentor, adalah masalah lain yang berbeda, jangan disamakan. Mentoring mengandung 3 aspek, yaitu kognitif ( materi keilmuan, knowledge. Bisa jadi rasmul bayan yang kita dapat dulu saat pertama kali liqo), afektif ( sikap, bersikap saat menyampaikan, raut muka, bahasa tubuh, mimik wajah, ) , dan psikomotorik ( bisa jadi saat rihlah, olahraga, intonasi). Psikologi dan suasana mentoring akan sangat mempengaruhi adik mentor.

Mentoring, Apa Hubungannya Dengan Kesuksesan Saya ?
Apakah Mentoring Harus Bermateri Agama Islam ?

Tahukah kamu, bahwa orang- orang yang mampu mengubah zaman, pada masa mudanya, adalah orang- orang yang membentuk kelompok diskusi tersegmen ? Tahukah kamu, bahwa mentoring dapat mempercepat pemahaman kita akan sebuah disiplin ilmu ? Dan,bukan hanya Islam.Tidak percaya ? Ini beberapa contohnya :

HOS Cokroaminoto punya 3 binaan, yaitu Sukarno ( Presiden1 RI), Semaun ( Pemimpin PKI Madiun), dan Sekarmadji Maridjan Kartosuwiryo ( Pemimpin DI TII/ NII). Nah, semua jadi “tokoh” kan ? Walaupun akhirnya jadi berseberangan, itu, mungkin karena mereka pada ngebandel,mentoringnya gak selesai kali ya ?…

Jesse Jackson, senator negro pertama AS, yang Yahudi. Salah satu binaannya adalah Lewis “ Scooter” Libby ( Staf DEPLU AS), dan salah satu binaan dari mentoringnya Yahudi dari Libby ini, sekarang menjabat sebagai Presiden Bank Dunia, Paul Wolfowitz ( Pasti tahu dia kan ?)

Badiuzzaman Said Nursi, pemimpin Harokah Islamiyah dari Turki, penentang sekulerisme Kemal Pasha, dengan jamaahnya, Jamaah Nur, dan risalahnya, Risalah Nuriyah, punya kader yang masih dalam mentoringnya langsung, yaitu Dr. Necmetting Erbakan, dengan Partai Refah-nya, mantan PM Turki yang akhirnya terjungkal oleh militer, digantikan oleh Tanshu Ciller, dan hingga akhir hayatnya, dilarang terjun ke politik. Namun, Erbakan ini punya 11 binaan yang dipersiapkan untuk terjun ke politik praktis, dan 2 diantaranya adalah Abdullah Gul ( Presiden Turki sekarang) dan Recep Thayyip Erdogan ( PM Turki sekarang), yang mendapatkan amanah kepemimpinan dengan partai baru, Partai Keadilan dan Persatuan.

Arifin Panigoro, Aburizal Bakrie, Abdul Latief, dan Fadel Muhammad, adalah kader Golkar, yang sengaja dibentuk semenjak masih di bangku kuliah ITB untuk mengendalikan sektor riil Indonesia, dengan suatu saat nanti mengendalikan asosiasi dagangnya, yaitu KADIN. Mereka terkenal dengan sebutan “Grup Gelapnyawang”, murobinya, pasti semua kenal, Ginanjar Kartasasmita, Ketua DPD RI sekarang.

Tahu teman satu mentoring-nya Einstein ? Ya, Schrodinger! Dan tahu nama komunitas diskusinya ? Ya, The Royal Society, yang sudah ada semenjak Sir Isaac Newton hingga Stephen Hawking sekarang.
Tahu Dawam Rahardjo ? Semenjak mudanya, dia punya halaqoh sendiri, dengan teman- temannya yaitu Ahmad Wahib ( Alm) dan Mukti Ali. Ketiganya, gencar hingga sekarang mengkampanyekan “pembaharuan Islam”

Jadi Kenapa Mentoring ? Saya Butuh Jawaban Logis- Rasional- Kuantitatif !
Baik, itu pertanyaan favorit saya, saya akan berikan jawaban :
Karena dengan mentoring, maka kamu akan mengalami Akselerasi/ Percepatan Kedewasaan.

Jawaban Yang Tidak Logis, Apa Maksudnya ? Kedewasaan Apa Konkretnya ?
Konkretnya ? Baik, saya kasih contoh tersegmen :
Kedewasaan Ilmu
Jika ingin mendapatkan akselerasi kedewasaan dalam memahami dan menerapkan ilmu kamu di kampus, kamu harus ngementor dengan dosennya, di luar jam kuliah. Bikin kelompok kecil dengan 1 dosen sebagai mentor di rumahnya,jangan nunggu TA, kelamaan, keburu lulus ! Kenapa ? Karena ruangan kuliah terlalu sempit untuk mengetahui aspek teknis- taktis dari keilmuan kita. Jika memang benar- benar mau memiliki kemampuan berpikir strategis ala anak S1 dan bergerak taktis- teknis ala anak D3, maka, ajak seorang dosen untuk mentoring, curi semua ilmunya dan kamu akan mengalami akselerasi ilmu yang jauh berlipat, kamu bisa punya kemampuan setara doctor atau peneliti sebelum berusia 25 tahun! Luar biasa bukan mentoring itu ?

Kedewasaan Bisnis
Maksudnya ? Ya, biasanya, orang punya ide luar biasa untuk terjun ke sektor riil, namun bingung mulai dari mana, tidak ada modal, tidak ada jaringan, dll. Nah, dengan mentoring bisnis ini, kamu bisa mendapatkan ilmu luar biasa, bahwa ternyata, bisnis besar bisa dimulai dengan tanpa modal! Bahwa jaringan itu bukan hal yang sulit! Dan, kamu bisa mendirikan perusahaan berbasis kompetensi kuliah kamu, seperti halnya Steve Jobs, atau Michael Dell, sebelum berusia 25 tahun ! Nah, luar biasa bukan efek dari mentoring itu ?

Kedewasaan Psikologis
Maksudnya, apa lagi ? Hm, menjadi jenius bukan berarti terus jadi asosial loh. Jarang bergaul dan susah berinteraksi, seperti Steve Nash di Film A Beautifil Mind, sampai kena Skizofrenia segala ! Sudahlah, cobalah untuk bisa paham bahwa karakter manusia itu beragam, ada yang sensitive, agresif, ekspansif, bahkan arogan segala! Tahu kan, biasanya orang asosial punya kecenderungan bunuh diri tinggi, bahkan suka gagal dalam membangun karir dan relasi. So, mau cepet dewasa dalam menyikapi permasalahan hidup ? Yuk, mentoring.

Kedewasaan BerIslam
Ah, kamu pasti tidak mau disebut fanatik kan ? Fanatisme berlebihan terjadi karena dogmatis yang tanpa ada diskusi dan interpretasi. Islam tidak seperti itu, kita diberikan kesempatan untuk bertanya seluas dan sedalam mungkin, kita bahkan ditantang untuk membuktikan kebenaran Islam dalam Al Quran, dan percayakah kamu, Malaikat saja bertanya ! Mempertanyakan kepemimpinan manusia di bumi ? Dan, mereka tidak disebut Allah dengan kurang ajar loh. So, ,mau menjadikan Islam sebagai sebuah gaya hidup ? Setelah kamu jadi peneliti, pengusaha, hingga dosen, kamu akan kehilangan ruh dan karakter kuat manakala tidak punya prinsip yang kuat, dan saya yakin, Islam adalah prinsip hidup yang paling nyaman dan menyenangkan buat manusia, mau mentoring Bos ? Yuuuk……

Intinya, dengan mentoring, kamu bakalan lebih cepat mengalami kedewasaan, mengenali potensi kemanusiaan kamu, hingga menata hidup kamu lebih baik, bukan Cuma buat kamu sendiri, tapi juga buat lingkungan sekitar kamu…Asyik kan ?

Nah, contoh- contoh argumen diatas, apakah bisa dipakai ? Sekedar saran ringan saja

http://al-amin.socialgo.com/magazine/read/kenap-harus-mentoring-_3.html

Ditulis dalam Suplemen | Bertanda: , | Leave a Comment »

Top Social Network 2009

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juni 7, 2009

Seperti yang telah saya tulis pada tulisan Internet Untuk Pemula dan  Social Networking Sites (Situs Jejaring Sosial) , situs social network merupakan suatu layanan internet/aplikasi yang menandai perkembangan era Web 2, yaitu suatu era dimana perkembangan era Web yang mengkombinasikan kekuatan internet dan partisipasi sebagai kekuatan utama.

Perkembangan yang cukup pesat dari era web 2 saat ini tampak jelas sangat didominasi oleh situs jejaring sosial (social networking), bahkan terus bermunculan situs-situs ini dengan berbagai ragam fitur yang ditawarkan yang tentunya pada akhirnya semua dilakukan untuk kenyamanan user.

Di Indonesia, pada awalnya situs jejaring sosial yang paling popular adalah Friendster dimana dapat dikatakan semua pengguna kalangan muda memiliki account Friendster. Friendster memang memiliki user terbesar di Asia dan pengguna Friendster Indonesia merupakan urutan kedua dalam daftar 14 negara yang paling banyak menjadi member Friendster.

Ditahun 2009, dominasi Friendster Indonesia tampaknya mulai tersaingi oleh Facebook Indonesia dan dengan banyaknya persaingan untuk situs social network ini, beberapa situs jejaring sosial baru mulai menggeser dominasi situs-suts social network lama yang telah ada dengan berbagai fitur yang lebih baik dan bagus.

Berdasarkan catatan versi toptenreview , pada tahun 2009 terdapat 10 situs social network yang akan bersaing.
Penilaian ranking dilakukan dengan melakukan rating pada fitur-fitur yang ditawarkan oleh masing-masing situs social network tersebut seperti : Demographics, Profile, Security, Networking Features, Search dan Technical Help/Support.  (klik disini untuk melihat table review)

Adapun situs-situs yang termasuk dalam toptenreview 2009 adalah sebagai berikut berdasarkan ranking teratas.

Top 10 Social Networking 2009

MySpace

Websites MySpace ini merupakan situs social network yang terbesar sat ini, bahkan telah mampu mengalahkan dominasi Friendster yang sebelumnya menguasai situs pertemanan di dunia. MySpace hadir dengan berbagai fitur yang sangat komplit dan memiliki hampir semua fitur yang ada disetiap social network. Dari hasil rating MySpace hanya memiliki kekurangan dalam hal tidak terdapatnya fitur iklan gratis seperti yang ada pada hi5, Orkut dan Yahoo! 360. MySpace dilengkapi dengan fitur mulai dari blog hingga user dapat memajang klip video atau musik.
MySpace mulai dirilis sejak tahun 2003, yang pada mulanya hanya digunakan dikalangan karyawan eUniverse dan dimulai dengan membuat kontes untuk melihat siapa yang dapat memperoleh member paling banyak dan akhirnya salah satu dari anggotanya mengusulkan agar mengkomersilkan fitur-fitur Myspace.

Facebook

Situs social networking yang mulai dirilis 2004 oleh Mark Zuckerberg, awalnya hanya digunakan dikalangan pertemanannya saja dan kemudian baru dibuka untuk umum sejak tahun 2006. Hingga saat ini Facebook memiliki jumlah pengguna 140 juta diseluruh dunia. Di Indonesia Facebook tampaknya juga mulai menggeliat dan telah membuat beberapa pengguna Friendster beralih. Overall rating, Facebook menyamai kedudukan MySpace, hanya kelemahan dari Facebook dibandingkan social nerwork yang lain dalam fitur profile dimana tidak tersedianya profile editor, custom skin, customize, personalisasi URL, blog/journal dan masih kurang lengkapnyanya nerworking features dibandingkan MySpace. Tampilan Facebook relatif sederhana sehingga memudahkan penggunaannya dan saat ini Facebook telah menyediakan fitur bahasa Indonesia.

Bebo

beboSitus social network Bebo mungkin jarang didengar di Indonesia, namun situs ini berdasarkan toptenriview menduduki peringkat ketiga terbaik. Bebo sat ini dimiliki oleh AOL juga menawarkan fitur yang tidak kalah dibandingkan MySpace. Bahkan dibandingkan dengan Facebook, Bebo memiliki fitur yang lebih lengkap. Integrasi dengan percakapan instan messaging membuat komunikasi dengan Bebo lebih hidup, selain itu juga dapat meng-upload video. Mungkin dikarenakan kekurangan dalam daya tampung dan tidak multi bahasa yang membuat Bebo berada dalam urutan ketiga. Space yang disediakan untuk menampung foto-foto hanya sebesar 2Mb.

Friendster

Walaupun sangat populer dikalangan remaja Indonesia, ternyata hanya menduduki peringkat 4 dari versi toptenreview. Fitur profile yang dimiliki oleh Friendster sama dengan yang ditawarkan MySpace, namun sangat lemah dalam Networking Features. Situs friendster ini sangat cocok digunakan sebagai tempat mengekspresikan diri (narsis ni yeee). Friedster juga memiliki fasilitas blog dan fitur video yang digabungkan dengan explorer. Kelebihan yang paling menonjol adalah kemudahan dalam melakukan modifikasi halaman profile dan selain itu tersedia fitur bahasa Indonesia.

Hi5

hi5Hi5 juga merupakan situs social network yang cukup besar dengan member sebanyak 50 juta anggota. Fitur Profile yang ditawarkan relatif hampir sama dengan Friendster, bahkan lebih baikdari Facebook dan Bebo, juga kemudahan saat menambah daftar teman tanpa mengharuskan mengetahui alamat email terlebih dahulu, kemampuan mendeteksi member yang sedang online. Kelemahan situs ini dibandingkan dengan MySpace dan Facebook dalam hal Networking Features dan space yang ditawarkan hanya 2Mb.

Orkut

Situs social network yang berada pada urutan keenam ini cukup populer di Brazil dan India dan masih merupakan situs pertemanan ujicoba buatan Google. Untuk dapat menjadi member pada social network Orkut, member harus memiliki account pada GMail. Mengenai fitur yang ditawarkan memang masih jauh dibanding dengan MySpace, Facebook atau Friendster, namun memiliki kelebihan dalam pemberian space yang cukup besar yaitu 10Mb.

PerfSpot

Situs social network Perfspot ini memang sangat asing di Indonesia. Seperti juga situs social network lainnya, Perfspot menawarkan fitur yang hampir sama dengan lainnya seperti update profile, video, foto musik. User juga dapat membuka penyimpan internet. Sebagian besar member PerfSpot saat ini berupa member muda yang memiliki rata-rata usia 13 tahun, dan memiliki nuansa pendidikan. PerfSpot memiliki filter dalam sistem pencariannya, karena account yang membernya masih berusia dibawah 18 tahun tidak akan ditampilkan.

Yahoo! 360

Yahoo! 360 merupakan social network milik Yahoo! dan telah lama dirilis yaitu bersamaan dengan Yahoo! Messenger (YM). Seperti juga Orkut dengan GMail, Yahoo! 360 juga mensyaratkan memiliki account pada Yahoo! Mail.
Fitur yang ditawarkan hampir sama dengan kebanyakan fitur yang terdapat pada social network lainnya.

Zorpia

Situs Zorpia sebenarnya memiliki fitur yang cukup lengkap seperti yang ada pada Friendster dan Facebook, namun mungkin tidak tersedianya fitur multilingual. Kelebihan lainnya dari situs Zopia adalah menawarkan space sebesar 16Mb, berarti penyedia situs social network yang memberikan space paling besar pada 10 situs social network paling populer. Dengan space sebesar 16Mb, member dapat lebih leluasa melakukan upload foto, musik dan video.

Netlog

netlogNetlog adalah situs social network pada urutan terakhir dalam toptenreview, dan sangat populer di Eropa dengan jumlah member mencapai 35 juta anggota. Fitur yang disediakan rata-rata hampir sama dengan yang lain. Space yang ditawarkan hanya sebesar 3Mb.

sumber: http://y3pp33.wordpress.com/2009/01/29/top-social-network-2009/

Ditulis dalam Wawasan | Leave a Comment »

Antara Generalis, Spesialis dan Versatilis

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juni 5, 2009

Written BY : Romi Satria Wahono

Menarik membaca laporan khusus Gartner tentang prediksi 2006 (Gartner Predictcs 2006 Special Report), yang kebetulan juga dibahas di majalah eBizzAsia bulan pebruari 2006. Diramalkan bahwa pada tahun 2010 pasar kerja para spesialis Teknologi Informasi (TI) akan berkurang hingga 40%. Para spesialis (specialist) ini akan digantikan oleh versatilis (versatilist), yang mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian teknis, dengan pengalaman bisnis dan kemampuan memberikan solusi komprehensif. Siapa itu spesialis? Siapa itu versatilis? kita coba bahas dalam tulisan ini.

Mengapa ada perubahan arah SDM TI seperti ini? Faktor terbesar adalah meningkatnya persaingan bisnis seiring dengan semakin kompleksnya perkembangan Teknologi Informasi sendiri. TI semakin dibutuhkan untuk memecahkan permasalahan di berbagai bidang, diperlukan solusi multidisiplin, multiplatform dan sesuai dengan konteks permasalahan yang dihadapi. Disinilah Gartner menyebut istilah “IT versatilist”, yaitu orang-orang yang memiliki pengalaman, kemampuan menjalankan berbagai tugas yang beragam dan multidisiplin (versatile), dimana semua itu untuk menciptakan suatu pengetahuan (baru), kompetensi dan keterkaitan (context) yang kaya dan padu guna mendorong peningkatan nilai bisnis.

Sifat sang versatilis adalah fleksibel terhadap teknologi, orientasi utamanya adalah untuk memberikan solusi sesuai requirement (kebutuhan) yang diminta oleh sang customer. Versatilis bukan seorang generalis yang mengenal semua bidang dan teknologi tapi hanya kulitnya (dangkal). Versatilis tidak terlahir tiba-tiba, tapi karena pengalaman matang menjadi seorang spesialis. Versatilis juga bukan spesialis yang hanya mengerti cakupan bidang yang sempit, meskipun dalam. Versatilis adalah seorang spesialis yang berpikir lebih luas, berwawasan, matang, penuh perhitungan, mengerti tentang bisnis, orientasi kerja untuk memberi solusi, mampu bekerjasama (membangun networking) dengan orang-orang TI lain maupun non TI, dan yang pasti tidak mengkotakkan dirinya pada sebuah teknologi, tool atau platform.

Prediksi Gartner ini diperkuat oleh beberapa data, misalnya tentang 80% profesional TI di Amerika bekerja di perusahaan-perusahaan yang menerapkan TI, dan bukan perusahaan-perusahaan TI sendiri (hardware, software, service). Wajarlah seorang profesional TI dituntut untuk memiliki kemampuan verbal dalam menyampaikan konsep-konsep teknologi informasi dalam bahasa yang dimengerti oleh banyak orang. Inilah dia sang Versatilis!

Sebelum membaca laporan Gartner ini sebenarnya saya sudah mendapatkan pencerahan dari pengalaman pribadi selama 10 tahun di Jepang. Keluar masuk bekerja parttime maupun semi fulltime di berbagai perusahaan TI Jepang, mulai dari menjadi teknisi, engineer, developer, konsultan sampai lecturer. Saya mungkin tidak menyebut sebuah terminologi seperti Versatilis, hanya saya mencoba memberi gambaran tentang figur SDM TI Indonesia dalam kesempatan berbicara di seminar dan workshop di berbagai tempat. Mudah-mudahan yang sering mengikuti seminar saya mengingat kembali tentang hal ini ;) . Pesan yang saya sampaikan khusus untuk para generasi muda SDM TI Indonesia adalah:

  • OS, bahasa pemrograman, software dan teknologi hanyalah sebuah tool (alat), yang harus kita kuasai dan gunakan untuk memecahkan masalah dan membangun solusi. Dia bersifat tidak kekal, dia bukanlah agama yang harus dianut dan difanatikkan seumur hidup. Ketergantungan terhadap sebuah tool adalah kebodohan. Debat kusir tentang tool dan saling mengumpat atau membela mati-matian sebuah tool adalah tindakan sia-sia, karena mereka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
  • Setiap peluang memiliki nilai untung dan rugi, setiap keputusan yang diambil dalam hidup harus memperhitungkan opportunity cost yang harus dibayar.
  • Cerdas dalam mengambil berbagai peluang yang ada dan usahakan mengemasnya dalam sebuah karya dan produk yang menjadi solusi bagi orang lain.
  • Mengambil kesempatan kerja part time atau full time sebagai proses pembelajaran dan melatih diri secara riil
  • Latihlah kemampuan verbal. Diantara kesibukan berkomunikasi dengan mesin (komputer), tetap latih teknik dan strategi berkomunikasi dengan manusia. Berlatihlah menyampaikan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kita kuasai dengan bahasa sederhana dan dapat dipahami dengan mudah oleh orang awam sekalipun.
  • Bangun jaringan (networking) dan kerjasama dengan berbagai pihak. Setiap pertemuan dengan orang lain, siapapun dia, akan membawa manfaat bagi kita, meskipung kadang-kadang tidak langsung datang seketika.

Perlahan tapi pasti, dengan modal pengalaman, skill, kompetensi, dan sertifikasi spesialis yang kita miliki, marilah kita berlatih menjadi seorang versatilis.

http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?judul=Antara%20Generalis,%20Spesialis%20dan%20Versatilis&&nomorurut_artikel=162

Ditulis dalam Mentor Islam, Senior, Suplemen | Bertanda: , | Leave a Comment »

Kenakalan Remaja Atau Kenakalan Orang Tua

Ditulis oleh Ruswandi di/pada Juni 5, 2009

Written By : Dra. Rustinah – Dunia Maya ku

Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar psikolog selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus. Sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semkain lancar, cepat dan mudah. Dunia teknologi yang semakin canggih, disamping memudahkan dalam mengetahui berbagai informasi di berbagai media, disisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas diberbagai lapisan masyarakat.

Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri.

Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Pertanyaannya : tugas siapa itu semua ? Orang tua-kah ? Sedangkan orang tua sudah terlalu pusing memikirkan masalah pekerjaan dan beban hidup lainnya. Saudaranya-kah ? Mereka juga punya masalah sendiri, bahkan mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama. Pemerintah-kah ? Atau siapa ? Tidak gampang untuk menjawabnya. Tetapi, memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada.” (sumber Whandi.net/1 jan 1970).

Kenakalan remaja, merupakan salah si anak? atau orang tua? Karena ternyata banyak orang tua … >> Selengkapnya … Download

Ditulis dalam Mentor Islam | Bertanda: , , | Leave a Comment »