Situs Islam: Klub Sekolah Mentoring Agama Islam

Panjang Umur dengan Olah Raga Lari

Posted by WD on October 11, 2008

Studi terbaru menunjukkan, usia anggota klub lari ternyata rata-rata 20 tahun lebih panjang daripada mereka yang tidak pernah lari

Hidayatullah.com–Murah, sehat. Itulah lari. Kini, sebuah studi juga menemukan, mereka yang terbiasa lari ternyata lebih panjang usia daripada yang tidak. Studi yang dipublikasikan pada Senin (11/8) itu menunjukkan, usia anggota klub lari ternyata rata-rata 20 tahun lebih panjang daripada mereka yang tidak pernah lari.

Para peneliti dari Stanford University California tersebut menyatakan, berlari mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan penyakit gangguan saraf seperti Alzheimer.

“Dalam 19 tahun masa penelitian, kasus kematian pada pelari tercatat 15 persen. Sebaliknya, kematian pada non pelari tercatat 34 persen. Padahal, mereka rutin memeriksakan kesehatan,” tulis dr Eliza Chakravarty.

Tim peneliti menyurvei 284 anggota klub lari dan 156 orang dengan rutin memeriksakan kesehatan. Mereka berlatar belakang sosial dan ekonomi sama. Seluruhnya berusia 50 tahun ke atas.

Dimulai pada 1984, setiap responden mengisi survei data frekuensi pelatihan, berat badan, dan ketidakmampuan melakukan delapan aktivitas. Sebagian besar pelari berhenti berlari saat memasuki usia 70 tahun. Namun, sulit ditemukan orang yang benar-benar berhenti berlatih.

“Hampir semua melakukan hal yang lain, mereka melanjutkan olahraga lain,” ujarnya. Bahkan pada para lansia pun, olahraga meningkatkan kesehatan. Studi menunjukkan, pelari jarang mengalami cedera, termasuk cedera lutut. [rtr/jp/www.hidayatullah.com]

One Response to “Panjang Umur dengan Olah Raga Lari”

  1. kombang said

    Kebanyakan orang memang hanya mencibir jika disuruh olahraga, apalagi lari..wah…mending tetap meringkuk di tempat tidur. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa lari sebetulnya sama dengan invesasi yang lain. Kita lari sebetulnya sama dengan menabung. Saya sendiri merasakan hal tersebut.
    Saya menekuni berlari sejak kira-kira 6 tahun yang lalu. Pertama kali memang malas sekali. Bayangkan jam 5, sehabis subuh, harus siap2, terus ke lapangan. Sehabis lari untuk yang pertamakali juga sangat menyiksa. Tulang serasa remuk. Otot rasanya tertarik kencang. Badan sakit semua. Tetapi saya lalui saja semua sakit tadi. setelah sekitar 1 1/2 tahun baru terasa efek positif dari lari. Saya hanya berlari semingu sekali, sejauh 10 km. Awal-awalnya memang tidak sejauh itu. Secara bertahap saya mulai dari 1 putaran lapangan bola, sampai sekarang tetap untuk 25 putaran lapangan bola (25 X 400 = 10.000 m). Efek lari sungguh luar biasa, saya mengalaminya sendiri, badan terasa segar, stamina naik, flupun tidak pernah berani mampir, kolesterol normal terus, asam urat lewat, makan tanpa pantangan, vitalitas naik keatas, selalu sehat, fit dan segar.
    Jadi kalau hanya enak2an, minum obat ini obat itu, minum jamu ini jamu itu, minum suplemen ini suplemen itu, kemudian terus sehat, semua itu BOHONG BESAR. Kalau mau sehat, anda juga harus berusaha. No Pain No Gain.
    Baca juga blog saya (kombang.wordpress.com).

    Wass
    Kombang

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: