Situs Islam: Klub Sekolah Mentoring Agama Islam

Mengawasi Anak Kita

Posted by WD on June 27, 2009

Monitoring: Mengawasi dengan Siapa dan Lingkungan Seperti Apa Anak-anak Kita Berinteraksi

Monitoring: Mengawasi dengan Siapa dan Lingkungan Seperti Apa Anak-anak Kita Berinteraksi

Apakah kita perlu menjadi seorang superhero dengan pandangan setajam sinar X dan mata-mata di belakang kepala kita untuk menjadi seorang pengawas yang baik? Tentu tidak. Kita tidak perlu setiap menit setiap harinya terus menerus bersama anak-anak. Menjadi seorang pengawas yang baik menggabungkan kemampuan bertanya dan memberi perhatian, dengan membuat keputusan-keputusan, menentukan batasan-batasan, dan mendorong anak-anak mengambil pilihan-pilihan yang positif ketika kita tidak ada.

Ketika anak-anak kita masih kecil, pengawasan tampaknya mudah karena kita adalah orang yang paling menentukan dalam membuat sebuah keputusan. Kita yang memutuskan diasuh siapa anak-anak kita; kita yang memutuskan apa yang boleh dilihat atau didengar anak-anak; kita yang memutuskan dengan siapa anak-anak kita boleh bermain. Jika terjadi sesuatu atau seseorang muncul berinteraksi dengan anak-anak, kita biasanya adalah salah satu orang yang pertamakali mengetahuinya Segala sesuatunya kemungkinan berubah karena anak-anak kita bertambah tua usianya, terutama setelah mereka mulai sekolah dan memasuk usia pra remaja dan remaja. Karena anak-anak mulai belajar tentang kepribadian mereka sendiri, mereka kadang-kadang mengalami pertentangan dengan orangtuanya. Akibatnya, akses orangtua untuk secara aktif mengawasi seringkali menjadi terganggu..

Para orangtua perlu mencermati setiap perubahan yang terjadi ketika anak-anak datang dan pergi, sesuai dengan usia dan tahapan pertumbuhan mereka. Untuk mengetahui apakah kita sudah menjadi pengawas yang aktif, cobalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar berikut ini:

  • § Dengan siapa anak-anak kita bermain, belajar, kemah bersama, dan sebagainya?
  • § Apa saja yang kita ketahui tentang orang-orang yang sering bersama anak-anak kita?
  • § Di mana anak-anak kita sekarang, kemana mereka sering pergi?
  • § Apa yang sedang anak-anak kita kerjakan sekarang?
  • § Kapan anak-anak kita berada di rumah atau pergi keluar ?
  • § Bagaimana anak-anak kita sampai di tempat tujuan, bagaimana mereka pulang ke rumah?

Kita mungkin tidak akan memiliki secara detail seluruh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Akan tetapi, sangat penting bagi kita untuk banyak mengetahui jawaban-jawaban atas sebagian besar pertanyaan tersebut setiap saat

Kita juga perlu memperhatikan hal-hal berikut jika ingin menjadi seorang pengawas yang aktif:

1. Kembangkan komunikasi dua arah sejak anak-anak kita masih kecil dan pelihara kejujuran dalam komunikasi terbuka tersebut.

Kelihatannya sepele, tetapi komunikasi yang jujur merupakan sesuatu yang sangat krusial. Ketika anak-anak kita masih kecil, katakan secara terus terang apa saja yang kita lakukan ketika kita tidak bersama-sama mereka; kemudian tanyakanlah kepada anak-anak kita apa saja yang mereka kerjakan selama waktu tersebut. Karena anak-anak kita bertambah tua, pertahankan bentuk komunikasi seperti ini. Kita maupun anak-anak sama-sama harus ambil bagian dalam komunikasi yang terbuka, komunikasi dua arah.

2. Katakan pada anak-anak tentang pikiran-pikiran dan ideal-ideal yang kita anggap berharga dan mengapa kita menganggap demikian.

Sebagai contoh, jika menghormati orang dewasa merupakan sebuah ideal yang kita berharap anak-anak kita memilikinya, katakanlah padanya; bahkan lebih baik jika kita kemukakan alasan mengapa kita menganggap hal tersebut penting. Jangan berasumsi bahwa anak-anak kita tahu alasan-alasan mengapa kita menganggap sebuah kebiasaan atau cara berperilaku tertentu dianggap penting daripada kebiasaan atau cara berperilaku lainnya.

3. Ketahuilah apa saja yang sedang anak-anak kita saksikan, bacakan, mainkan, atau dengarkan

Karena TV, video games, internet, dan musik merupakan bagian besar dari kehidupan kita, maka semua hal tersebut dapat memberi pengaruh besar pada anak-anak. Kita harus mengetahui apa saja yang mempengaruhi anak-anak kita. Kita tidak akan mampu membantu anak-anak kita membuat pilihan positif jika kita tidak tahu website apa yang mereka kunjungi, apa saja yang dia baca, apa saja yang dia dengarkan, atau apa saja yang dia mainkan.

4. Kenali orang-orang yang sering menghabiskan waktu bersama anak–anak kita

Karena kita tidak bisa bersama anak-anak setiap saat, maka sudah seharusnya kita mengenal lebih jauh siapa yang bersama anak-anak ketika kita tidak ada. Teman-teman memiliki pengaruh sangat besar terhadap anak-anak kita, mulai masa prasekolah sampai masa dewasa. Selama rentang waktu ini teman-teman memiliki pengaruh positif, meskipun tidak selalu demikian.

Dengan sedikit usaha dari kita, anak-anak kita mungkin bergabung dengan teman-teman yang memiliki nilai-nilai, minat-minat, dan perilaku-perilaku yang nantinya akan memberi nilai positif bagi kehidupan anak-anak kita.

Anak-anak kita juga banyak menghabiskan waktu dengan guru-gurunya. Para guru memainkan peran penting dalam keseluruhan perkembangan dan kesejahteraan anak-anak kita. Jadi, kenali lebih jauh juga guru-guru anak kita.

5. Memberikan arahan tanpa kita harus menjadi kaku

Dalam sejumlah kasus, tidak mengijinkan anak-anak kita untuk melakukan sesuatu justru mendorong anak-anak lebih ingin melakukannya. Pertanyaan yang mendorong jawaban“ tidak” atau “Ya, tetapi hanya jika…”merupakan sebuah pilihan yang sangat berguna dalam memberikan arahan terhadap anak-anak kita tanpa harus menjadi kaku.

Untuk menemukan bagaimana sejumlah orangtua menggunakan pengawasan dalam praktek-praktek pengasuhan dalam kehidupan sehari-hari, beralihlah ke bagian buku ini yang sesuai dengan usia anak kita.

Mari kita melanjutkan untuk membaca prinsip mentoring. Menjadi mentor bagi anak-anak dapat membuat anak-anak kita terjaga dari terluka dengan mendorongnya untuk bertindak dalam cara-cara yang penuh perhitungan. Sekarang mari kita lanjutkan tentang prinsip mentoring.

http://kurniawan.staff.uii.ac.id/2009/03/25/monitoring-mengawasi-kontak-anak-anak-kita-dengan-dunia-sekitar/

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: