Situs Islam: Klub Sekolah Mentoring Agama Islam

Proses Kaderisasi Kontinyu Bagi Mentor

Posted by WD on June 8, 2011

Kaderisasi mentor diabgi menjadi 3 poin. Pertama kaderisasi/penjagaan untuk mentor itu sendiri yang sifatnya kontinyu atau bahasa lainnya pembinaan “mentoring untuk mentor” , yang kedua kaderisasi insidental yang bertujuan untuk menambah tsaqofah, softskill, ukhuwah, dll seperti halnya dauroh mentor atau madrasah mentor, dan yang ketiga ialah kaderisasi dalam bentuk regenerasi mentor baru (mentor berguna untuk mencetak mentor baru dari mentenya sendiri).

– Permasalahan kaderisasi jawaban utamanya ialah mentoring, jadi mentor harus mentoring entah diisi oleh bapak-bapak pembina atau oleh alumni BPM dan pengurus harian JMMI yang tujuannya untuk saling mengingatkan antar sesama mentor, menambah tsaqofah mentor, menjalin ukhuwah, menjaga mentor agar tetap semangat dan berada dalam jalur kurikulum mentoring. Sebisa mungkin ini dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum mentoring dimulai, atau bisa juga di launching saat TFM dengan  “pendampingan mentor” sebagai follow up dari TFM. Logikanya, mentor persemester sekitar 110 ikhwan dan 60 akhwat, itu artinya kita hanya butuh 11 ikhwan pendamping mentor ikhwan dan 6 akhwat pendamping mentor akhwat. Ini merupakan hal baru dan butuh dikonsep lebih detail lagi terutama kurikulumnya.

– Menjadi pertanyaan besar bagi seluruh mentor, berapa persen mente yang bisa terekrut jadi mentor? Terutama dari satu kelompok saja. Inilah agenda kedua yang harus kita terapkan, bahwa mentor harus mencetak mentor semester berikutnya (dari mente kelompok mentoring) minimal satu saja. Dengan seperti itu, maka minimal semester depan jumlah mentornya sama dengan jumlah mentor semester sebelumnya atau bahkan bisa lebih jika satu mentor mencetak dua mentor baru. Solusi termudah ialah memahamkan kepada seluruh mentor (lewat salah satu materi di DM) tentang pentingnya kaderisasi berbasis pembinaan (tarbiyah), atau bisa lewat penekanan info via SMS, misalkan setiap 2 pekan mentor di ingatkan untuk melirik, memantau, dan menyiapkan mentenya untuk menjadi mentor (dengan memperhatikan kualitas mentor dalam hal tsaqofah, tilawah, softskill bicara). Atau bisa dengan memfasilitasi mente dengan sebuah kegiatan pembinaan (seperti TFM) yang diadakan diakhir pekan mentoring yang bertujuan untuk memberi motivasi dan semangat mente untuk menjadi mentor dengan peserta mente yang didelegasikan oleh mentornya. Detailnya, Saat posisi sebagai mente, di dua pertemuan terakhir diadakan kegiatan khusus selama sehari untuk membekali mente (rekomendasi dari mentor) menjadi calon mentor dengan materi pentingnya berdakwah, karakter mahasiswa muslim sejati, gampangnya jadi mentor, muslim no apatis!.

– sebuah kendala utama disetiap kali mengadakan kegiatan pembinaan mentor seperti Madrasah Mentor/Dauroh mentor adalah “kehadiran peserta”. Nah, inilah mindset utama panitia pelaksana, bagaimana caranya BPM bisa mendatangkan semua mentor ke Dauroh Mentor?. Ingat! Mentor tertarik hadir bukan karena makanan yang banyak, berlebih, ada snack, dsb. Tapi mereka akan hadir jika ada komunikasi yang intens dalam rangka publikasi kegiatan (sms), pembicara2 yang mumpuni dalam bidangnya, pembicara terkenal, atau bisa dipancing dengan souvenir. Biasanya pengeluaran terbesar ada pada konsumsi, BPM harus bisa meminimalisir biaya konsumsi dan dialihkan ke yang lain yang lebih bermanfaat dan bisa menarik perhatian mentor. Misal: mendatangkan pembicara terkenal Satria Hadi Lubis, Salim A Fillah, Ust. Sholeh Drehem, Kang Abik, dll. Atau dengan memberi Souvenir pin gantungan kunci, stiker, buku, pulpen, dll. Selama ini yang terjadi di lapangan ialah konsumsi yang di pesan bermacam-macam (nasi dan snack) dan dalam jumlah yang sangat banyak, padahal mentor yang hadir tidak seberapa, sampai 50% saja sudah bersyukur. Bahkan walaupun peserta dan panitia makan doubel tetep saja masih sisa juga. “sesungguhnya orang yang mubazir itu temnnya setan”. So, Konsumsi minimalis, fasilitas dan pembicara MAKSIMALIS.

Sumber: http://muhammadhasib.blogspot.com/2010/03/proses-kaderisasi-yang-kontinyu-bagi.html

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: