Situs Islam: Klub Sekolah Mentoring Agama Islam

Knowing The Mentor

Posted by WD on April 11, 2013

super_mentorDalam bukunya mas Arief Rahman yang berjudul Super Mentor, memberikan banyak ilmu tentang dunia permentoringan. Siapa yang gak kenal mentoring? Pasti pada kenal lha ya… Dan pasti sudah pada mentoring semua kan? :)

Sekarang saya mengawali berbagi tentang “Knowing The Mentor”, sama banget kayak judul subbab yang dibahas sama mas Arief Raman dalam bukunya itu…

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mnegerjakan amal shaleh dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS.41: 33)

Da’wah adalah aktivitas mengajak orang lain kepada Islam lebih dekat. Caranya nggak harus selalu dengan ceramah di mesjid. Ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam mengikuti jalan hidup Rasulullah yang satu ini. Toh, dalam perjalanan Rasulullah, beliau nggak terlalu banyak kok ceramah di depan umum. Ada banyak jalan untuk berda’wah.

“Tapi, ilmu saya kan pas-pasan?!”, itu mungkin yang sering kita dengar dari orang-orang yang enggan berda’wah. Padahal justru di sana seninya berda’wah. Seseorang nggak mesti jadi ustadz, kyai, syaikh, doktor, atau profesor dalam ilmu tafsir Qur’an dulu, baru bisa berda’wah.  Da’wah bisa dilakukan siapa pun, kapan pun, dan dengan cara bagaimana pun. Yang jelas, intinya adalah mengajak orang lain menuju kebaikan.

Jangankan doktor, tukang becak, tukang ojek, tukang, atau bahkan pemulung pun bisa saja ikut berpartisipasi dalam da’wah. Nggak ada perbedaan status sosial dalam da’wah.

“Lho, kok bisa? “

Bisa donk! Kita mungkin sering banget dengar sabda Rasulullah yang berbunyi, “Ballighu ‘anni walau ayah” (sampaikan walau hanya satu ayat). Hadits ini pun tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa seseorang harus menghafalkan satu ayat dulu, baru menyampaikannya. Minimal seseorang itu pernah tahu bahwa ada suatu ayat yang memerintahkan suat ibadah. Misal, semua orang tahu kalau shalat itu wajib. Ada banyak ayat dalam Al-Qur’an yang memerintahkan seseorang shalat. Maka, orang yang tahu bahwa shalat itu wajib, dan perintahnya ada dalam Al-Qur’an, dia wajib menyampaikannya kepada orang lain.

Kalau begitu, jelas bahwa semua orang bisa berda’wah.. Salah satu jalannya dengan jadi mentor. MAU? :)

 

***

Menjadi mentor memang bukanlah segalanya, tapi dari menjadi mentorlah segalanya berawal..

Siapa sih yang gak mau jadi fans berat banyak orang ? Siapa juga yang ga  mau jadi bahan rujukan banyak orang, dalam segi berpakaian, dari segi berpikir, dari segi berbicara, dari segi bermuamalah, dari segi ibadah.. Wow…

Kalau artis-artis  saja semangat buat jadi top artis dunia, kita yang sebagai muslim, masa ga mau jadi top role model di dunia permentoringan? Minimal buat pribadi kita… :)

Kebanyakan dari kita g mau jadi mentor bukan karena kurang banyak ilmu, tapi takut g bisa jadi role model katanya… Ah, itu mah akal-akalan setan aja tuh kalo kita ga bakal bisa jadi role model buat mentee (adik mentor) kita. Atau teriakan si hawa nafsu yang minta kita jangan jadi mentor, supaya bisa asik ngelakuin kelalaian-kelalaian tanpa rasa malu…(hingga bisa beralibi, kan gue g punya adik mentor, jadi bisa ngelakuin apa aja). Ih, g dewasa banget deh..

Trus ada yang bilang, takut nilai akademiknya terganggu, jadi menurun, bla bla bla…

Ah, itu juga akal-akalan setan, justru dari jadi mentorlah banyak yang prestasi akademiknya meningkat tajam.. Ya, siapa yang tahu, adik mentor kita dalam heningnya di 1/3 malam mendokan segala kebaikan kita, salah satunya bisa bagus nilai akademik.. Atau mungkin ada adik mentor kita yang doain supaya kita dapet jodoh yang terbaik… :P

Ya, jika dipikir-pikir ulang, apa sih amalan yang bisa jamin kita masuk surga dan ketemu Allah? Boro-boro tahajjud, shalat shubuh aja masih kesiangan. Boro-boro ngamalin ilmu buat diri sendiri dulu, galau aja masih kita umbar.. Jadi, amalam apa yang bisa kita unggulkan??

Ini kisah nyata nih, dia itu bukan dari keluarga yang paham agama banget, apalagi anak kyai atau ustadz. Dia memberanikan diri mulai jadi mentor karena penasaran apa enaknya jadi mentor. Jadilah dia dengan berani2nya megang 3 kelompok adik. Pekan pertama agak canggung mau ngapain, padahal dia dari SMA udah mentoring lho.. gapapa.. Kan pemula. Pekan kedua, masih kikuk mau ngomong apa  (buku materi di tangan malah digulung-gilung buat ngurangin kekikukan), akhirnya malah jadi ajang sesi kenalan alias pedekate.. gapapa, pemanasan.. Pekan selanjutnya, alhamdulillah dia bisa ngomong juga tentang materi mentoring.. :)

Dan tahukah apa yan terjadi selanjutnya? Dia jadi g canggung ngomong di depan mentee? Jadi jago ngomong di depan adik mentor? Wajar.

Tapi ada sesuatu yang dirasakan berbeda sama dia, mau tahu apa itu? Allah jadi serasa di dekat dia, katanya.. Segala urusannya serasa jadi mudah.. Nilai akademik jadi meningkat tajam, ruhiyah yang jadi ningkat dikit2, galau yang segunung mulai erosi. Itu ceritanya, apa ceritamu? :)

***

Menjadi mentor  merupakan momentum untuk perubahan diri. Jadi manusia pembelajar yang lebih baik… Yang g cuma shaleh sendirian, tapi ngajak yang lain buat jadi shaleh bersama..

Semangat jadi mentor, semangat disayang Allah… :)

Sumber: http://aisyahelmasyitoh.wordpress.com/2012/03/27/knowing-the-mentor/

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: