Situs Islam: Klub Sekolah Mentoring Agama Islam

Merek-Merek Yang Dinilai Peduli Pada Kebutuhan Khas Komunitas Muslim

Posted by WD on May 20, 2013

pemenang-muslimSemakin transparannya informasi mengenai produk dan hampir semua hal terkait dengan proses pembuatannya membuat konsumen semakin powerful. Maka konsumen bukan lagi sekedar mencari terpenuhinya functional benefit tapi juga emotional benefit. Hal tersebut terakhir ini bukan perkaran mudah, karena konsumen mengharapkan perusahaan untuk bisa memberikan emotional benefit yang terus meningkat tingkatannya dari waktu ke waktu.

Salah satu contoh peningkatan yang diharapkan konsumen adalah kemampuan memahami konsumen sebagai anggota dari sebuah culture, termasuk yang dilatarbelakangi agama. Dimana pengaruh tradisi, termasuk tradisi baru, yang ada di sebuah culture, membuat konsumen yang merupakan bagian dari culturetersebut mempunyai pertimbangan atau kebutuhan khusus ketika akan mengkonsumsi produk. Mereka pun kemudian menjadi lebih loyal ke merek-merek yang menunjukkan kepedulian tersebut.

Kondisi tersebut kemudian mendorong MarkPlus Inc untuk melakukan studi khusus terkait dengan hal tersebut. Untuk keperluan tersebut MarkPlus Inc bekerjasama dengan Jonathan Wilson, yang merupakan Editor dari Journal of Islamic Marketing –yang merupakan bagian dari grup penerbit jurnal ilmiah terbesar di dunia- dan juga adalah profesor marketing dari University of Greenwich. Wujudnya adalah  mengkombinasikan konsep care –salah satu C dari 12C yang ada di New Wave Marketing yang diciptakan MarkPlus Inc- dengan Islamic cultural marketing, yang merupakan salah satu spesialisasi dari Jonathan Wilson.

Melalui survey kepada 620 reponden dengan metode random sampling kepada komunitas  Muslim di 8 kota besar Indonesia (Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, Makasar, Banjarmasin dan Denpasar) dengan menggunakan metode CATI (Computer Assisted Telephone Interview), ternyata komunitas Muslim sebagai sebuah culture punya pertimbangan khusus dalam mengkonsumsi produk. Ini bahkan bukan hanya berlaku di kategori produk yang memang di atur secara khusus halal tidaknya, tapi bahkan yang tidak di atur. Ukurannya apakah sebuah produk dalam proses pembuatan hingga komersialisasinya itu melanggar ajaran agama Islam apa tidak.

Sebagai sebuah studi awal, apa yang terungkap dalam studi tersebut sungguh menarik. Karena ternyata komunitas Muslim sebagai sebuah culture punya pertimbangan yang lebih luas dalam mengkonsumsi sebuah produk. Sehingga studi awal ini bisa menjadi pijakan untuk studi-studi berikutnya bagaimana melayani dan menjaga loyalitas komunitas Muslim sebagai sebuah culture.

Selain itu, dalam studi awal ini juga sudah muncul pemahaman akan merek-merek yang dianggap sebagaichampion dalam menunjukkan kepedulian kepada komunitas Muslim sebagai sebuah culture. Uniknya, meski soal kepedulian itu bukan hanya ditunjukkan di kategori produk yang jelas halal tidaknya, tapi ternyata, merek-merek yang sudah dikenal memiliki kepedulian tersebut, relatif terbatas kategori industrinya. Gambaranya bisa dilihat pada merek-merek yang sudah dinilai reponden di survey MarkPlus sebagaichampion dalam menunjukkan kepedulian kepada komunitas Muslim sebagai sebuah culture, sebagaimana terlihat dalam tabel di atas.

Sumber: http://the-marketeers.com/archives/merek-merek-yang-dinilai-peduli-pada-kebutuhan-khas-komunitas-muslim.html

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: