Situs Islam: Klub Sekolah Mentoring Agama Islam

7 Film Religi Terbaik Karya Chaerul Umam

Posted by WD on March 3, 2014

chaerulChaerul Umam atau biasa dipanggil dengan sebutan mas mamang lahir di Tegal pada tanggal 4 April 1943. Namun,  tanggal 3 Oktober 2013 tepatnya pukul 15.20 WIB, beliau  meninggal dunia. Dengan anugerah dari Allah, beliau memiliki kemampuan yang sangat mumpuni dalam membuat film.

Meskipun beliau bercita-cita menjadi polisi, tapi hobinya bermain teater yang akhirnya membawa beliau menjadi seorang sineas. Dari satu grup teater ke grup teater yang lain, hingga akhirnya secara tidak sengaja beliau diminta menyutradarai sebuah film berjudul “Tiga Sekawan.”

Meski tidak berlatar belakang pendidikan sinematografi, Chaerul rajin membaca buku dan banyak belajar film dari sutradara ternama seperti Sjumandjaja, Motinggo Boesje dan Teguh Karya. Ia pun tak sembarangan menerima tawaran yang datang padanya sebab ia mematok beberapa kriteria, yakni skenario yang baik, misi yang jelas, dan tidak mau didikte. Film komedi yang menyuguhkan adegan seks vulgar akan langsung ditampiknya.

Mas mamang, begitu nama akrabnya, mulai terjun ke dunia film dengan judul “Bing Slamet Dukun Palsu” (1973) sebagai astrada. Penyutradaraannya pertama ialah dalam Tiga Sekawan (1975). Pada tahun 1977 membuat film dakwah Al-Kautsar, yang memenangkan penghargaan khusus pada Festival Film Asia di Muangthai. Beliau meraih unggulan sebagai sutradara terbaik dalam Titian Serambut Dibelah Tujuh (FFI 1983) Kejarlah Daku Kau Kutangkap (FFI 1986), dan Joe Turun ke Desa (FFI 1990). Tetapi akhirnya meraih Citra juga dalam Ramadhan dan Ramona (FFI 1992). Bersama Imam Tantowi, menyutradarai Fatahillah (1977), yang juga disinetronkan. Sebelumnya pernah menyutradarai sinetron Bengkel Bang Jun.

Tercatat sampai tahun 2012 kemarin, beliau telah menyutradarai 25 film. Dan tujuh diantaranya adalah film bernafaskan Islam. Berikut film islami yang digarap mas mamang:

1. Cinta Suci Zahrana

Film yang dibintangi oleh Meyda Safira bersama Miller Khan ini bercerita tentang seorang perempuan yang cerdas dan terus mengejar karirnya hingga ia lupa dengan urusan menggenapkan separuh Din. Film yang ceritanya diadaptasi dari sebuah novel karya Habiburrahman El-Shirazy ini cukup menyedot rasa penasaran masyarakat Indonesia. Film ini beredar pada tanggal 15 Agustus 2012, diproduksi oleh sinemArt Pictures.

2. Ketika Cinta Bertasbih

Kisahnya kembali diadaptasi dari sebuah Novel Best Seller karya Habiburrahman El-Shirazy. Film yang beredar pada tanggal 11 Juni 2009 ini juga diproduksi oleh sinemArt Pictures. Film yang dibintangi oleh Oki Setiana Dewi bersama Kholidi Asadil Alam ini mendapat 7 penghargaan, dua diantaranya dari Festival Film Bandung dan 5 lainnya dari IMA (Indonesia Movie Awards).

3. Ketika Cinta Bertasbih 2

Lanjutan film Ketika Cinta Bertasbih 1 ini juga masih diminati masyarakat, rilis pada tanggal 17 September 2009 dengan rumah film yang masih sama yaitu sinemArt Pictures. Mendapat dua penghargaan sekaligus dari Festival Film Bandung di tahun yang sama.

4. Fatahillah

Film yang bercerita tentang sejarah Fatahillah yang merebut Sunda Kelapa dari tangan penjajah. Film ini diproduksi oleh Pemda DKI dan GPBSI, beredar pada tahun 1997.

5. Nada dan Dakwah

Dari judulnya saja masyarakat pasti sudah bisa menebak ini adalah film religi, film ini dibintangi oleh Rhoma Irama bersama KH. Zainuddin MZ dan aktor-aktor kawakan lainnya di tahun 1991. Film yang diproduksi PT. Bola Dunia Film ini mendapat 10 penghargaan sekaligus dari Festival Film Bandung di tahun 1992 dan 1993.

6. Titian Serambut dibelah tujuh

Titian Serambut Dibelah Tujuh adalah film Indonesia tahun 1982 yang disutradarai oleh Chaerul Umam. Skenarionya ditulis oleh Asrul Sani, dan dibintangi antara lain oleh Rachmat Hidayat dan El Manik. Film ini diproduksi oleh PT. Kofina.

Asrul Sani meraih penghargaan skenario terbaik dalam Festival Film Indonesia 1983 untuk film ini.

7. Al-Kautsar

Film ini menjadi film religi pertama di Indonesia sekaligus film religi pertama besutannya. Film ini diproduksi pada tahun 1977, produksi PT Sippang Jaya Film. Film ini bercerita tentang seorang ustadz dari sebuah Pesantren yang berusaha berjuang sendirian di tengah kehidupan masyarakat dengan permasalahan yang cukup kompleks. Film pertamanya ini langsung meraih pemenang di Tata Suara Terbaik dalam Asian Festival Film, masih di tahun yang sama 1977.

Dalam menggarap film religi, Chaerul nampaknya tak terlalu menemui kendala, mungkin karena sejak kecil ia tumbuh di lingkungan yang agamis. Ia dididik dalam ketaatan beragama terutama dari sang ibu yang dikenal sebagai ustadzah.

Kemudian di era 90-an ketika dunia perfilman Tanah Air sedang lesu dari film-film nasional berkualitas, ayah dua anak ini mulai menyutradarai sinetron bertema religi seperti Jalan Lain Ke Sana, Jalan Takwa, Astagfirullah, dan Maha Kasih.

Sutradara yang kerap tampil sebagai pembaca cerita pendek ini juga menjelaskan, pembuatan film bertema religi harus lebih mengutamakan nilai dakwah tanpa meninggalkan unsur-unsur yang membuat film tersebut memiliki nilai jual. Walaupun pada kenyataannya, nilai dakwah dan nilai jual merupakan dua hal yang berbeda dan tidak dapat disamakan.

Selamat jalan mas mamang! Semoga karya-karya terbaiknya bisa menjadi ladang amal jariyah. Semoga lewat karyanya banyak orang yang melihat betapa mulianya agama Islam itu. [hf/islampos/filmindonesia/tokohindonesia]

Sumber: http://www.islampos.com/inilah-7-film-religi-karya-chaerul-umam-81205/

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: